press enter to search

Sabtu, 26/05/2018 22:39 WIB

Ini Dia Putra Mbah Maridjan yang Menjadi Kuncen Gunung Merapi

| Jum'at, 11/05/2018 13:10 WIB
Ini Dia Putra Mbah Maridjan yang Menjadi Kuncen Gunung Merapi Kuncen Gunung Merapi Masbekel Anom Suraksosihono alias Mbah Asih

YOGYAKARTA (aksi.id) - Adalah Mas Bekel Anom Suraksosihono atau Asih. Anak ketiga Mbah Maridjan ini dilantik sebagai Pangirit (Kepala) Abdi Dalem Juru Kunci Gunung Merapi Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, Senin 4 April 2011. Pria kelahiran Sleman 7 Agustus 1966 ini pun mendapat gelar baru, Mas Lurah Suraksosihono.

Sehari-hari, Asih bekerja sebagai karyawan administrasi Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. "Tapi kalau ada piket saya kerja sampai Minggu," tuturnya.

Asih menikah dengan Mursyani (40) yang juga merupakan Abdi Dalem Juru Kunci Merapi Perempuan. Keseharian Mursyani pun bergelut di dunia kampus sebagai karyawan di Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta.

Dari hasil pernikahan dengan Mursyani, Asih dikarunia dua putri, Fadila Rosi Sejati (14) dan Fadila Nurma Utami. Yang terakhir ini baru duduk di bangku kelas 1 SD Islam Terpadu Baitusalam Cangkringan, Sleman. 

Sebagai penanggung jawab Gunung Merapi, Asih kini punya tugas baru, naik ke Dusun Kinahrejo, dekat puncak Merapi, setiap Sabtu dan Minggu. "Setiap Sabtu-Minggu kan libur, saya naik ke atas. Dan kalau kangen saya mesti naik."

Tapi, dia merasa senang dan berterima kasih pada Keraton karena dipercaya menggantikan posisi ayahnya untuk menjalankan amanah sebagai juru kunci Gunung Merapi. "Saya merasa bangga."

Semula, Asih tidak menyangka panitia akan memilihnya karena dia masih tergolong muda. Asih tidak menutup kemungkinan pemilihan dirinya sebagai juru kunci karena dia anak Mbah Maridjan. Namun, Asih menegaskan ia sudah punya pengalaman menggelar dua kali upacara Labuhan di Merapi pada 2009 dan 2010. Saat itu, dia harus menggantikan ayahnya yang tengah sakit.

Dalam menjalankan tugas barunya, Asih harus memegang satu komitmen yang disampaikan GBPH Joyokusumo. "Beliau mewanti-wanti juru kunci bahwa upacara adat jangan jadi wahana komersialisasi."

Sebab tiga tahun terakhir sebelum mangkat, kata dia, Mbah Maridjan sempat mendapat teguran dari keraton karena menjadi bintang iklan sebuah produk jamu. Asih pun menyatakan siap mengemban tugasnya.

TERPILIH

Dia terpilih sebagai juru kunci Gunung Merapi menggantikan ayahnya yang meninggal pada saat erupsi besar Merapi pada 26 Oktober 2010. Melalui proses permati atau seleksi, Asih yang bergelar Mas Bekel Anom Suraksosihono terpilih dari sembilan abdi dalem juru kunci Merapi.

Pengumuman terpilihnya Mas Bekel Anom Suraksosihono atau Asih disampaikan Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo, Penghageng Kawedanan Hageng Panitraputra Keraton Yogyakarta, Minggu (3/4/2011) di Ndalem Joyokusuman 5, Jalan Rotowijayan, Yogyakarta.

"Bagaimanapun dan siapa pun pengirit abdi dalem juru kunci akan menjadi tokoh masyarakat yang perlu disiapkan dan ditata agar dapat menjadi panutan masyarakat setempat dengan layak dan benar," kata Joyokusumo.

Proses seleksi juru kunci Merapi berlangsung dalam beberapa tahapan. Pertama, dibentuk tim seleksi sesuai surat dhawuh ayahan dalem (Surat Perintah Sultan Hamengku Buwono X) Nomor 07/KHPP/ML-II/BE.1944.2011 tanggal 9 Februari 2011 tentang proses seleksi calon juru kunci Gunung Merapi.

Tim seleksi awal terdiri dari sembilan kanca abdi dalem sipat Bupati Keraton Yogyakarta yang kemudian terbagi dalam empat kelompok, meliputi bidang keagamaan, kebudayaan, kekeratonan, dan kemasyarakatan. Berkoordinasi dengan pemerintah Tanggal 22 Februari 2011 diselenggarakan pertemuan dengan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) dan aparat yang bertangung jawab dengan Gunung Merapi.

Disepakati bahwa pengirit abdi dalem juru kunci Gunung Merapi nantinya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, BPPTK, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi, dan juru kunci Gunung Merapi bidang kebudayaan. Selanjutnya, tanggal 5 Maret 2011 pukul 09.00 hingga pukul 13.00 diselenggarakan seleksi di Ndalem Joyokusuman, Jalan Rotowijayan 5, Yogyakarta.

Tim seleksi terdiri dari GBPH Joyokusumo, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro, Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Gondohadiningrat, dan KRT Condropurnomo. Setelah menerima dan mempelajari laporan, Ngerso Dalem Samyean Dalem Ingkang Sinuwun (Sultan Hamengku Buwono X) akhirnya menetapkan bahwa juru kunci Gunung Merapi adalah Mas Bekel Anom Suraksosihono.

"Mas Bekel Anom Suraksosihono juga naik pangkat menjadi lurah dengan sebutan Mas Lurah Suraksosihono dan akan diwisuda, Senin (4/4/2011) di Ndalem Bangsal Kasatriyan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat," tambahnya.

Dalam kesempatan sama, Joyokusumo juga mengingatkan juru kunci baru, Asih, agar upacara adat labuhan yang biasa diselenggarakan di lereng Gunung Merapi tidak dijadikan acara komersialisasi. Sebab, Labuhan adalah upacara adat.

"Tolong diingat betul, jangan sampai terulang lagi acara-acara keraton menjadi wahana promosi atau komersialisasi. Memang menjadi abdi dalem tak mencukupi untuk hidup karena itu keraton memberikan kesempatan bagi abdi dalem untuk bisa berkarya dalam hal lain," tegas Joyokusumo.

Sementara itu, menanggapi penetapan dirinya sebagai juru kunci Merapi, Asih siap berkoordonasi dengan pemerintah dan BPPTK terkait pengamanan masyarakat dari ancaman erupsi Merapi. Ia juga siap menggunakan teknologi modern untuk kebutuhan mitigasi bencana Merapi.

(mia/sumber: kompas.com/viva.co.id).

Keyword Gunung Merapi