press enter to search

Rabu, 23/05/2018 06:00 WIB

KSOP Kumai Gelar Pengukuran Kapal & Sosialisasi Keselamatan Pelayaran

| Jum'at, 11/05/2018 14:24 WIB
KSOP Kumai Gelar Pengukuran Kapal & Sosialisasi Keselamatan Pelayaran Jajaran KSOP Kumai sedang mengukur kapal dan sosialisasi keselamatan pelayaran.

KOTAWARINGIN BARAT (aksi.id) - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, menggelar pengukuran kapal sekaligus sosialisasi keselamatan pelayatan.

"Kegiatan ini merupalan tindak lanjut perintah  dari Dirjen Perhubungan Laut dan Direktur Kappel agar kami melaksanakan pengukuran, sosialisasi, dan imbauan dalam pelayaran perahu tradisional, baik penumpang maupun nelayan untuk meningkatkan budaya keselamatan dan keamanan," ungkap Kepala KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihanto, M.M.Tr. M.Mar.

Kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Jumat (11/5/2018), dia mengutarakan ada 150 kapal dan perahu yang diukur dengan seksama dan teliti sesuai peraturan dan perundang-undangan.

Paralel dengan pengukuran itu,Wahyu menjelaskan pihaknya memberikan penyuluhan kepada nelayan untuk menjunjung tinggi aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

"Kami mengingatkan agar peralatan keselamatan diusahakan tersedia di kapal. Tidak berlayar saat cuaca buruk. Juga tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya saat menangkap ikan, seperti bom ikan dan sebagainya," jelas mantan Kepala KSOP Muara Angke, Jakarta Utara, itu.

Respon nelayan ternyata sangat positif terhadap pengukuran dan sosialisasi itu. "Kami bahkan didampingi oleh ketua nelayan dan kepala desa setempat. Mereka berharap terus mendapatkan bimbingan dan arahan," tuturnya.

PENGGERAK PEREKONOMIAN

Dia menuturkan Pelabuhan Kumai mendukung sepenuhnya perekonomian baik lokal maupun nasional. Hasil alam seperti kelapa sawit yang dihasilkan di Kalimantan Tengah dikirim keluar Kumai hingga ke negara lain.

Wahyu mengemukakan, sejak keberadaannya puluhan tahun lalu, tak berhenti aktifitasnya, baik sebagai pelabuhan penumpang maupun pelabuhan barang.

Kalteng berpotensi menghasilkan produk perkebunan kelapa sawit berupa CPO (Crude Palm Oil) maupun PKO (Palm Kernel Oil). Demikian juga dengan hasil hutan seperti kayu dan plywood, hasil hutan lain seperti rotan dan sebagainya dari Sukamara, Seruyan, bahkan dari Sampit. Serta hasil pertambangan daerah penyangga yakni bijih besi dari Lamandau dan hasil bumi lainnya yang masih dalam tahap eksplorasi.

"Pelabuhan ini memegang peranan penting pada pertumbuhan perekomian Kalteng. Banyak Sumber Daya Alam (SDA) yang dihasilkan di provinsi ini," ungkapnya.

Selain itu, angkutan penumpang dari Pelabuhan Kumai, dia menuturkan uga tak pernah sepi. Rata-rata kapasitas penumpang yang mencapai 1.000 tiap kapal dipenuhinya. Begitu juga dengan kapal ferry RORO (roll on roll off) juga banyak diminati.

Peran penting lainnya yang belum lama terjadi adalah pada saat terjadi peristiwa musibah pesawat Air Asia QZ 8501 yang ditemukan di Selat Karimata, Kalteng. Menurut Junaidi, Kumai salah satu pelabuhan yang turut sibuk dalam aktifitas penemuan dan evakuasi.

Selama masa pencarian yang tidak sebentar, Kumai yang sederhana dan tak terlalu ramai, menjadi pelabuhan yang banyak didatangi dari berbagai instansi dan tim SAR. Kumai juga dijadikan sebagai tempat singgah kapal-kapal pencari korban pesawat rute Surabaya-Singapura tersebut.

(awe).