press enter to search

Kamis, 18/10/2018 09:38 WIB

Kapal Nostag 10 Gelar Kabel Optik Bawah Laut Sepanjang 743 Kilometer di Papua

| Senin, 14/05/2018 06:57 WIB
Kapal Nostag 10 Gelar Kabel Optik Bawah Laut Sepanjang 743 Kilometer di Papua

JAKARTA (aksi.id)  Penggelaran kabel optik di proyek Palapa Ring Paket Timur akhirnya dimulai. Penggelaran kabel optik perdana tersebut juga menandakan Palapa Ring Paket Timur sudah melalui 50 persen proses yang ada.

Kabupaten Bintuni menjadi tempat penggelaran kabel optik bawah laut. Mulai dari Bintuni, kabel akan terus ditarik oleh kapal Nostag 10 melewati Tangguh, Teminambuan, Timika, Agats, dan Kepi.

Kabel laut yang membentang di tahap satu ini berkisar 743 kilometer.

 "Hari ini kita mulai untuk penggelaran kabel laut dari Bintuni ke Tangguh, dilanjutkan ke Teminambuan. Penggelaran kabel ini dilakukan menggunakan kapal Nostag 10," ujar GM Project Implementation Palapa Timur Telematika (PTT) Benyamin Sembiring, Jumat (11/5).

PTT merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) bentukan konsorsium PT Mora Telekomunikasi Indonesia (Moratelindo), PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) Tbk, dan PT Smart Telecom, dengan komposisi 70 persen Moratelindo, 28 persen IBS, dan dua persen Smart Telecom.

Penggelaran kabel laut menjadi fokus PTT di Paket Timur setelah penggelaran kabel optik di darat sudah rampung. Kapal Nostag 10 yang menggarap segmen 1 akan dibantu oleh dua kapal keruk lain yakni Pacific Guardian dan Teliri.

Benyamin memperkirakan keseluruhan pemasangan kabel akan selesai pada September 2018 dan siap dioperasikan tak lama setelahnya.

"Jadi akhir tahun ini layanan broadband sudah bisa dirasakan," terangnya.

Lihat juga: Upaya Google Membumikan Layanan Cloud di Indonesia

Dalam Paket Timur ini, panjang kabel optik yang membentang di bawah laut sekitar 4.426 kilometer dan darat sekitar 2.453 kilometer.

Palapa Ring Paket Timur menghubungkan 35 kabupaten/kota di wilayah timur Indonesia mulai dari Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, hingga Papua Barat. Proyek ini merupakan infrastruktur tulang punggung telekomunikasi yang bertujuan menggoda perusahaan telekomunikasi yang enggan berinvestasi besar di tempat sepi pelanggan.

Total kapasitas yang ditawarkan dari proyek Palapa Ring Paket Timur ini mencapai 80 Gbps dengan nilai proyek sekitar Rp5,1 triliun. (

Artikel Terkait :

-