press enter to search

Kamis, 24/05/2018 01:57 WIB

Pelunasan Biaya Haji Tahun 2018 Tahap II Dibuka 16-25 Mei

| Selasa, 15/05/2018 13:54 WIB
Pelunasan Biaya Haji Tahun 2018 Tahap II Dibuka 16-25 Mei Jamaah haji dilayani Garuda Indonesia

JAKARTA (aksi.id) - Kementerian Agama selaku penyelenggara ibadah haji membuka pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2018 tahap II dibuka 16-25 Mei. 

Calon jamaah haji yang belum bisa melunasi pada tahap I bisa melakukan pelunasan pada tahap II ini. Diketahui sudah ada 188.956 (92,63%) jamaah sudah melakukan pelunasan di tahap I yang ditutup 4 Mei lalu. Total masih ada 15.044 kuota haji yang belum terlunasi, yang terdiri atas 13.532 kuota jamaah haji reguler dan 1.512 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). 

Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Noer Aliya Fitra (Nafit) menjelaskan, daftar jemaah yang berhak melakukan pelunasan BPIH pada tahap II bisa dilihat di laman https://haji.kemenag.go.id. Jadwal pelunasan sebagaimana tahap I dilakukan di Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH pada jam kerja. 

“Sebelum melakukan pelunasan, jamaah haji diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk tim kesehatan kabupaten/kota untuk menentukan status istithaah kesehatan haji. Jamaah yang dinilai tidak istithaah tidak dapat melakukan pelunasan BPIH reguler,” terang Nafit. Pada tahap II ini, pihaknya juga membuka peluang pelunasan bagi calon jamaah dalam status sebagai cadangan. 

Ditjen PHU memberikan kesempatan jamaah yang memiliki nomor urut berikutnya (10% dari total kuota Indonesia) untuk melakukan pelunasan dengan status cadangan. “Sebelum melunasi, jamaah dengan status cadangan harus menanda tangani pernyataan,” katanya. 

Surat pernyataan tersebut menegaskan keberadaannya sebagai jamaah dengan status cadangan dana baru dapat diberangkatkan bila masih terdapat sisa kuota setelah pelunasan tahap II selesai. Jamaah cadangan juga tidak akan menuntut jika ternyata tidak bisa berangkat karena ternyata tidak masuk dalam pengisian sisa kuota. Selain jamaah reguler, pelunasan tahap II juga dibuka bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). 

Kata Nafit, sampai dengan penutupan pelunasan tahap I, belum ada satu pun TPHD yang melunasi BPIH. Dia berharap pelunasan TPHD selesai pada tahap II ini. “Sebelum melunasi, TPHD harus menandatangani surat pernyataan dan pakta integritas TPHD,“ tandasnya. 

Pada pelunasan tahap II, lanjut Nafit, Ditjen PHU juga memberi kesempatan untuk penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua, serta jemaah lansia dengan usia 75 tahun ke atas. Namun demikian, tidak semua pengajuan bisa diakomodir karena ke terbatasan sisa kuota di masing-masing provinsi. 

“Total pengajuan penggabung an mencapai 26.433 jamaah, padahal jumlah sisa kuota keseluruhan hanya 13.532 jamaah. Karena itu, kami harus mengambil jamaah yang mengajukan untuk mengisi sisa kuota pada masing-masing provinsi sesuai urutan prioritas dan urutan nomor porsi,” ujarnya. 

“Jamaah yang mendaftar terlebih dahulu, yang mendapat prioritas pengisian sisa kuota. Kami mohon maaf jika tidak semua pengajuan dapat diberangkatkan tahun ini karena keterbatasan sisa kuota,” tandasnya. 

Sebelumnya, BPIH 2018 telah ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7/2018 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 10 April lalu. Di dalam keppres ini diatur mengenai dua hal pokok, yaitu besaran BPIH untuk jamaah haji reguler di setiap embarkasi dan besaran BPIH untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) per embarkasi. 

“BPIH jamaah haji reguler digunakan untuk biaya penerbangan haji, se ba gian biaya pemondokan di Mekkah, dan living cost atau biaya hidup selama di Tanah Suci,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Ahda Barori. 

BPIH reguler per embarkasi yang ditetapkan yakni Aceh Rp31 juta, Medan Rp31,8 juta, Batam Rp32,4 juta, Padang Rp33 juta, Palembang Rp33,5 juta, Jakarta (Pondok Gede) Rp34,5 juta, Jakarta (Bekasi) Rp34,5 juta, Solo Rp35,9 juta, Surabaya Rp36 juta, Banjarmasin Rp38,1 juta, Balikpapan Rp38,5 juta, Lombok Rp38,7 juta, dan Makassar Rp39,5 juta.  Demikian sindonews.com memberitakan. (anky).

Keyword Haji BPIH