press enter to search

Sabtu, 26/05/2018 22:57 WIB

Lagi, Kurs Rupiah Melemah

| Rabu, 16/05/2018 09:18 WIB
Lagi, Kurs Rupiah Melemah Ilustrasi rupiah dan dolar

JAKARTA (aksi.id)  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini bergerak melemah. Keperkasaan dolar AS sepertinya masih akan berlanjut. 

Pada Rabu (16/5/2018), US$ 1 kala pembukaan pasar spot dihargai Rp 14.065. Rupiah melemah 0,23% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. 

Senasib dengan rupiah, mata uang Asia pun bergerak melemah. Depresiasi terdalam dialami rupee India dan yuan China sementara rupiah menduduki peringkat ketiga. 


Berikut perkembangan sejumlah mata uang regional terhadap greenback:
 

Mata Uang Bid Terakhir Perubahan (%)
Yen Jepang 110,32 +0,02
Yuan China 6,38 -0,63
Won Korsel 1.080,10 +0,01
Dolar Taiwan 29,92 -0,04
Rupee India 68,07 -0,77
Dolar Singapura 1,34 +0,04
Ringgit Malaysia 3,96 -0,15
Peso Filipina 52,39 +0,14
Baht Thailand 32,13 -0,03

 
Dolar AS memang tengah perkasa. Dollar Index, yang menggambarkan posisi greenback terhadap enam mata utama dunia, masih melanjutkan penguatannya. Saat ini, indeks tersebut naik 0,12% dan dalam sepekan terakhir menguat 0,31%. 

Apresiasi dolar AS didorong oleh lonjakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Saat ini, yield obligasi AS seri acuan tenor 10 tahun berada di 3,08%. Tertinggi dalam hampir 7 tahun terakhir. 

Kenaikan yield merupakan pertanda bahwa ekspektasi inflasi sedang meningkat. Hal ini terjadi karena data-data ekonomi Negeri Paman Sam belum berhenti mengabarkan berita baik. Ekonomi yang semakin membaik tentu berakibat pada percepatan laju inflasi. 

Teranyar, penjualan ritel naik 0,3% secara month-to-month (MtM), sesuai dengan ekspektasi pasar. Sementara pertumbuhan secara year-on-year (YoY) mencapai 4,7%.  

Penjualan ritel yang tumbuh menandakan konsumsi masyarakat pun meningkat. Dari sini pula peningkatan ekspektasi inflasi berasal. Ketika ekspektasi inflasi naik, cara untuk menjangkarnya adalah menaikkan suku bunga acuan. 

Perkembangan ini telah mendorong pelaku pasar memperkirakan The Fed hampir pasti menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan depan. Mengutip CME Federal Funds Futures, probabilitasnya adalah 95% untuk kenaikan 25 basis poin menjadi 1,75-2%, dan 5% untuk kenaikan 50 basis poin menjadi 2-2,25%. 

Berita soal kenaikan suku bunga acuan pun menjadi bahan bakar penguatan dolar AS. Investor kini memburu dolar AS di pasar valas. 

(moy/sumber: cnbcindonesia.com).

Keyword Kurs Rupiah