press enter to search

Kamis, 24/05/2018 01:43 WIB

Menilik Angkutan Umum di Tiga Kota Tempat Penyelenggaraan Asian Games 2018

Redaksi | Rabu, 16/05/2018 14:12 WIB
Menilik Angkutan Umum di Tiga Kota Tempat Penyelenggaraan Asian Games 2018 Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno

JAKARTA (aksi.id) – Sedikitnya ada tiga kota di Indonesia yanag menjadi tempat diselenggarakan Asian Games XVIII di Indonesia. Mereka adalah Jakarta, Tangerang, Palembang, sudah tersediakah akses layanan transportasi umum.

“Mereka akan segera menyiapkan angkutan umum massal yang baik, terintegrasi. Upayakan merekrut atau memberdayakan operator angkutan umum yang sudah eksis, sehingga meminimalisir  resistensi di lapangan,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dikatakan, Kota Palembang dibangun LRT sepanjang 23,4 kilometer dengan 13 stasiun dan depo menuju Komplek Olah Raga Jakabaring. LRT yang terbangun harus terintegrasi dengan Bus Trans Musi.

“Dengan begitu akan memudahkan masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan olah raga. Selain itu, sepanjang jaringan LRT itu terdapat lebih dari 10 hotel berbintang yang menjadi tempat penginapan atlit, official maupun pengunjung dari luar Kota Palembang,” jelas Djoko.

Pengoperasian LRT Sumatera Selatan selama tujuh bulan mendapat subsidi Rp129 miliar. Bandingkan dengan subsidi bus perintis untuk 200 trayek se Indonesia besarnya hanya Rp 124,5 miliar di tahun 2017. “Artinya, pengoperasian LRT ini selesai perhelatan Asian Games harus benar-benar memberi manfaat bagi warga Palembang,” sebut Djoko.

Jika dirasa perlu, menurut dia, maka bisa dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi, seperti kebijakan ganjil genap dan pelarangan sepeda motor di jalur sepanjang koridor LRT.

Kota Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta membangun LRT sepanjang 6 kilometer Kelapa Gading menuju Velodrome (Rawamangun). Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah menyelenggarakan kebijakan ganjil genap di pintu tol menu Jakarta antara jam 06.00-09.00 dan memberi jalur khusus angkutan umum di jalan tol (HOV Line).

Dikatakan Djoko, langkah ini cukup efektif pada jam tersebut mengurangi kendaraan pribadi yang melintas. Namun belum bisa mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Pasalnya, hampir semua kawasan perumahan dan permukiman di kawasan daerah penyangga Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) belum dilengkapi fasilitas transportasi umum. Kalaupun ada jumlahnya masih sangat minim sekali. Warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi sebelum jam 06.00 untuk lewat tol,” terang Djoko.

Secara teori langkah strategi push and pull dapat dilakukan. Strategi push berupa pemberlakuan Congested/Road Pricing, pembatasan kendaraan bermotor (traffic restraint), HOV lane (3-in-1), pembatasan parkir on street.

“Sementara strategi pull berupa optimalisasi angkutan rel, integrasi antar moda angkutan umum (fisik, tiket, dan jadwal), restrukturisasi angkutan bis kecil yang tidak efisien, membangun MRT/BRT, penyediaan lahan park and ride, peningkatan kualitas, revitalisasi, dan perluasan pedestrianisasi, penertiban angkutan liar,” tandas Djoko.(helmi)