press enter to search

Minggu, 19/08/2018 22:33 WIB

Dalam Sehari, 2 Pesawat Batik Air Terganggu Soal Bom

| Kamis, 17/05/2018 17:22 WIB
Dalam Sehari, 2 Pesawat Batik Air Terganggu Soal Bom Kru Batik Air tersenyum kepada pelanggan. Foto: twitter @lionairgroup

TANGERANG (aksi.id) -  Hanya dalam tempo satu hari, penerbangan dua pesawat Batik Air terganggu oleh isu bom. Walau tak terbukti, namun pengakuan penumpang soal bahan peledak itu berpotensi mengancam keselamatan penerbangan.

Dalam siaran pers kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Kamis (17/5/2018), Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic of Batik Air, menyebutkan peristiwa soal bom terjadi di Bandara Lombok Praya dan Bandara Soekarno-Hatta.

Dia menuturkan pada Rabu (16/ 5/2018), seorang calon penumpang Batik Air dengan nomor ID 6659 diamankan di Bandara Lombok Praya.

Penumpang laki-laki berinisial ET dengan nomor kursi 23A saat melakukan pelaporan diri dan bagasi (check-in) di terminal keberangkatan Lombok Praya mengaku membawa bom.

Jawaban tersebut diucapkan setelah petugas layanan darat (ground handling) atas nama Mela meminta keterangan terhadap isi dari barang bawaan, dikarenakan bentuknya mencurigakan.

Mela melakukan klarifikasi hingga dua kali dan ET tetap mengaku isinya adalah bom. Sesuai standar dan tahapan pelayanan, Mela melaporkan kepada petugas keamanan bandar udara (aviation security/ avsec airport) untuk proses lebih lanjut.

 Selanjutnya ET dibawa ke Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KPPP) atau sering disebut KP3. Berdasarkan hasil investigasi, bagasi tersebut tidak berisikan bom atau benda lain yang membahayakan. Namun, ET harus tetap menjalani proses penyelidikan atas tindakannya itu.

Pesawat Batik Air menggunakan  Airbus A320-200 CEO beregistrasi PK-LUT tetap diterbangkan sesuai jadwal menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) bahwa pada 18.58 WITA. Pesawat mendarat di Bandara Soettapukul 19.43 WIB.

 

DARI BANDARA SOETTA 

Penerbangan lainnya Batik Air yang terganggu soal bom adalah dengan nomor penerbangan ID 6140  dari Bandara Soekarno-Hatta tujuan Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara (TTE) pada Rabu (16/ 5/2018).

Seorang penumpang laki-laki dengan inisial RA. Ia menyebutkan kata “bom” pada barang bawaan kepada salah satu awak kabin (flight attendant/ FA), ketika dalam proses masuk ke pesawat (boarding) Airbus A320-200 CEO registrasi PK-LAS

Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, kru pesawat yang bertugas  menjalankan prosedur tindakan menurut standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

 Awak kokpit, kru kabin, petugas layanan di darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec), telah melakukan kerjasama dan koordinasi yang tepat.

 Batik Air menegaskan tidak terdapat adanya bom atau barang bukti lainnya yang mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan dalam pesawat tersebut. Kepastian ini berdasarkan hasil pengecekan ulang (screening) 147 penumpang dewasa, satu anak-anak dan tiga bayi, barang bawaan serta kargo ID 6140 di Cengkareng.

 Sesuai prosedur penanganan seorang penumpang, Batik Air menurunkan (offload) RA berikut bagasi dan barang bawaannya. Kemudian menyerahkan RA ke avsec, otoritas bandar udara serta pihak berwenang untuk dilakukan proses penanganan lebih lanjut.

 Kejadian tersebut tidak berdampak pada operasional (16/ 5), Batik Air ID 6140 mendarat di Ternate pukul 15.35 WIT. Untuk penerbangan berikutnya dengan menggunakan pesawat yang sama yaitu ID 6141 lepas landas dari Sultan Babullah Airport pada 16.20 WIT dan tiba di Cengkareng pukul 18.10 WIB.

 Lion Air Group menghimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun publik/ masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau/ bercanda, atau mengaku bawa bom di bandar udara dan di pesawat.

Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib. (awe).