press enter to search

Rabu, 15/08/2018 10:51 WIB

Periksa Mata Kiri, Novel Baswedan Kembali ke Singapura

| Selasa, 22/05/2018 01:03 WIB
Periksa Mata Kiri, Novel Baswedan Kembali ke Singapura Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK. Foto: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

JAKARTA (aksi.id) - Novel Baswedan masih terus menjalani proses pemeriksaan dan perawatan mata kirinya akibat teror penyiraman air keras. Namun, hingga kini pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK itu belum juga terungkap.

Hari ini, Novel kembali menjalani pemeriksaan di Singapura untuk perkembangan perawatan mata kirinya pascaoperasi.

"Dilakukan pemeriksaan kembali di Singapura untuk melihat perkembangan perawatan mata kiri Novel setelah operasi dan kondisi mata kanan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Untuk mata kiri, kata Febri, perkembangannya membaik dan juga darah yang di belakang lensa sudah jauh berkurang atau semakin sedikit.

"Penglihatan mata kiri bagian atas yang tadinya tidak terlihat sekarang sudah terlihat. Penglihatan kiri semakin jelas tetapi beberapa permasalahan sebelumnya masih tetap, yaitu lebar pandangan yang sempit dan pandangan berbayang dan penglihatan masih agak gelap dibanding mata kanan," katanya.

Menurut Febri, dokter menyampaikan bahwa itu terkait masalah syaraf yang lemah dan perlu dilihat perkembangannya ke depan. "Hal yang perlu diperhatikan terkait hal itu adalah menjaga tekanan bola mata kiri tidak tinggi karena hal itu bisa memperburuk saraf mata kiri yang lemah, tentang hal tersebut akan ditindaklanjuti oleh dokter ahli glukoma," ujar Febri.

Sedangkan untuk kondisi mata kanan, Febri menginformasikan bahwa pertumbuhan pembuluh darah pada lensa mata kanan akibat luka "carutan" bertambah. "Respons dokter masih sama dengan sebelumnya bahwa nothing to do dengan mata kanan selain menjaga kondisi mata kanan tidak menurun. Jika kondisi memburuk, maka akan dilakukan operasi seperti halnya mata kiri," kata dia.

Febri menyatakan, pemeriksaan oleh dokter ahli glaukoma dan juga dokter untuk mengecek kondisi lensa mata dijadwalkan pada Selasa (22/5/2018). Sementara soal penanganan kasus penyerangan Novel, KPK tetap mengharapkan bisa diselesaikan dengan baik.

"Sampai saat ini pelaku belum ditemukan. KPK tetap berharap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK ini bisa diselesaikan dengan baik agar tidak terulang pada pihak lain," kata Febri.

Novel disiram air keras oleh dua orang pengendara motor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga dia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang antara lain menangani kasus korupsi dalam pengadaan e-KTP.

Keyword Novel Baswedan