press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 05:59 WIB

Kambuh Lagi, Siti Raisa Miranda Sudah 5 Hari Tertidur

| Rabu, 30/05/2018 17:22 WIB
Kambuh Lagi, Siti Raisa Miranda  Sudah 5 Hari Tertidur Lily, ibu Echa berusaha membangunkan Echa yang sudah tertidur lima hari di rumahnya Jalan Pangeran, Banjarmasin. (Foto: iNews/Zainal Hakim)

BANJARMASIN (aksi.id)– Penyakit penderita sindrom putri tidur asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Siti Raisa Miranda atau Echa kembali kambuh. Hingga Rabu (30/5/2018) siang, siswi kelas 1 SMP ini sudah lima hari terlelap. Meskipun orang tuanya melakukan beragam cara, Echa tetap tak merespons.

Akibat penyakit yang kambuh sejak Jumat malam lalu, Echa tidak bisa mengikuti ulangan kenaikan kelas di SMP Negeri 15 Banjarmasin. Orang tuanya telah berusaha keras membangunkan, tapi Echa tidak merespons. Bahkan setiap pagi, ibunya Lily memandikannya agar Echa tampak segar. Namun, putri keduanya ini tetap tidak membuka mata.

“Dia kembali tertidur Jumat malam lalu. Kami sudah melakukan berbagai cara supaya dia bangun, tapi dia tetap tidur. Sampai sekarang sudah lima hari dia tertidur,” kata Lily.

Menurut ibunya Lily, pascasembuh dari tidur panjangnya pada November 2017 lalu, Echa sempat beberapa kali kambuh, tapi tak lama seperti saat ini. Dia khawatir penyakit sindrom putri tidur Echa kembali separah sebelumnya. Echa terancam tidak naik kelas jika hingga pekan depan tidak bisa mengikuti ulangan susulan.

“Kami khawatir dengan kondisinya saat ini. Kami berharap dia bisa segera bangun dan bisa mengikuti ujian susulan di sekolah,” ujar Lily.

Meski demikian, keluarga hingga saat ini belum memberikan pengobatan medis terkait penyakit Echa yang kambuh. Hingga saat ini, Echa masih dirawat seadanya di rumahnya, Jalan Pangeran Nomor 3 Kelurahan Pangeran, Banjarmasin. Keluarga masih menunggu perkembangan fisik putrinya dalam beberapa hari ke depan.

Lily menambahkan, setelah pulih dari penyakitnya beberapa bulan lalu, Echa sudah meninggalkan aktivitasnya menari modern. Selain bersekolah, Echa lebih banyak mengisi waktu mengasah kemampuan olah vokal dan bermain alat musik.

Oktober tahun lalu, Echa mengalami sindrom putri tidur terparah karena tertidur tanpa bangun selama dua pekan. Dia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ansyari Saleh Banjarmasin hingga akhirnya terbangun. Sayangnya terapi terputus karena Echa bersikeras ingin kembali ke rumah.

Artikel Terkait :

-