press enter to search

Rabu, 17/10/2018 00:19 WIB

Menjarah di Kapal Tanker MT Lee Bo, 16 Perompak Asal Indonesia Diringkus di Selat Malaka

| Sabtu, 02/06/2018 15:07 WIB
Menjarah di Kapal Tanker MT Lee Bo, 16 Perompak Asal Indonesia Diringkus di Selat Malaka

KUALA LUMPUR (aksi.id) -  Angkatan Laut Malaysia (Maritim Malaysia) meringkus 16 perompak asal Indonesia, di perairan dekat Mersing, Selat Malaka, Jumat (1/6/2018) pagi.

Pimpinan Maritim Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abu Bakar mengatakan, pasukan khusus Maritim Malaysia diterbangkan dengan helikopter AW139 dari Kuantan, Pahang, untuk mengejar perompak tersebut setelah beraksi di sebuah kapal, sekitar pukul 03.00 dini hari.

"Mereka merompak kapal tanker MT Lee Bo berbendera Mongolia. Kapal ini membawa 12 anak buah kapal, terdiri daripada enam warga Indonesia dan enam Sri Lanka berusia 30-an hingga 50-an," katanya seperti dilansir TRIBUNBATAM.id dari Berita Harian.

Perompak awalnya mencari bahan bakar solar di kapal itu.

Namun karena tidak ketemu, mereka kemudian merampas barang-barang pribadi ABK dan melukai beberapa orang di atas kapal itu.

Setelah itu, para perompak kembali ke kapal yang mereka gunakan, MT Bright dan berputar-pitar di kawasan skeitar,

Zulkifli mengatakan, enam pasukan Maritim malaysia kemudian turun dari helikopter ke kapal sementara seorang anggota pasukan khusus Maritim Malaysia bertindak sebagai penembak tetap berjaga dari atas helikopter.

Ketika serbuan dilakukan, pasukan Maritim Malaysia langsung menyerbu ke dek kapal dan tidak mendapat perlawanan dari kawanan perompak yang berusia antara 30-50-an. itu

Selain mengamankan seluruh perompak, sejumlah barang bilik ABK yang vmereka rampas juga diamankan, termasuk uantg tunai.

Maritim Malaysia juga menemukan beberapa senjata tajam seperti parang dan pisau, yang dipercayai digunakan untuk melakukan perompakan.

"Hasil penyelidikan, mereka berada di kawasan tersebut sejak tiga hari lalu untuk merompak kapal tanker," katanya.

Setelah meminta keterangan para pelaku, Maritim Malaysia kemudian menghubungi TNI AL.

Tim Wastern Fleet Quick Response (WFQR) kemudian menangkap dua [ria di Pulau Batam, pada pukul 09.30 pagi.

Ke dua laki-laki berusia 40 tahun dan 50 tahun itu dipercaya sebagai otak kelompok perompak ini dan akan dibawa ke Malaysia untuk membantu penyidikan.

Maritim Malaysia juga ikut menyiasati tujuan MT Lee Bo berputar-putar di perairan negara itu dan akan mengambil tindakan jika didapati melakukan kesalahan.