press enter to search

Senin, 16/07/2018 15:37 WIB

Sri Mulyani: Rupiah Berpotensi Melemah Tahun 2019

| Senin, 04/06/2018 20:12 WIB
Sri Mulyani: Rupiah Berpotensi Melemah Tahun 2019 Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: AFP)

JAKARTA (aksi.id) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah hingga kisaran Rp 13.700-14.000 di 2019. Kondisi global yang belum menentu mengakibatkan pelemahan mata uang rupiah.

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senin (4/6/2018).

Menkeu juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi di 2019 posisi tertingginya hanya bisa mencapai 5,8%. 


"Pertumbuhan ekonomi selama tiga tahun tumbuh 5,0% menjadi 5,1%. Meskipun kami berikan panah merah ke bawah di mana donwside risk cukup besar dalam beberapa kuartal terakhir ini. Kondisi perekonomian dari kondisi global berikan tekanan terhadap prospek ekonomi global dan pengaruhi ke proyeksi 2019 yang kami sampakan kisaarn 5,4-5,8%," kata Sri Mulyani.

"Nilai tukar 2016 Rp 13.370 selama rata-rata setahun. Sementara di 2017 Rp 13.384 [per US$] dan 2018 Rp 13.400. Dengan potensi terjadi pressure untuk melemah di tahun 2019 kami berikan range Rp 13.700-Rp 14.000," imbuh Sri Mulyani.

Berikut asumsi makro 2019 pemerintah :

  • Pertumbuhan ekonomi 5,4-5,8%
  • Inflasi 2,5-4,5%
  • Tingkat Suku Bunga SPN 3 Bulan 4,6-5,2%
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 13.700-Rp 14.000/US$
  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$ 60-70/barel
  • Lifting minyak 722.000-805.000 barel per hari
  • Lifting Gas 1,21 juta-1,3 juta barel setara minyak per hari

della/sumber: cnbcindoneaia.com.