press enter to search

Selasa, 14/08/2018 20:58 WIB

Di Tengah Puasa, Mereka Bekerja Melayani di Bandara Soekarno-Hatta

| Rabu, 06/06/2018 15:14 WIB
Di Tengah Puasa, Mereka Bekerja Melayani di Bandara Soekarno-Hatta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikawal Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menggelar ramp check untuk memastikan kesiapan maskapai dalam melayani angkutan Lebaran 2018.

TANGERANG (aksi.id) – Mudik Lebaran tak sekadar tradisi, tetapi sudah menjadi semacam ritual. Ada dimensi ibadah di dalamnya. Karenanya, mudik tetap dilakoni, termasuk dengan menggunakan jasa angkutan udara.

Memberikan pelayanan terhadap pemudik Lebaran, juga merupakan tradisi sekaligus ritual untuk PT Angkasa Pura II dan Kementerian Perhubungan. Mereka bahkan mempersiapkan pelayanan jauh-jauh hari sebelum puasa.

Di tengah haus dan perut lapar, persiapan hingga pelaksanaan melayani pemudik Lebaran digelar dengan semangat kualitas lebih baik lagi.

Bandara Internasoinal Soekarno-Hatta mempersiapkan diri dengan fasilitas-fasilitas  layanan baru dalam rangka menyambut momen persiapan angkutan lebaran 2018.

Sebagai bentuk kesiapan, bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu  adalah dihadirkannya fasilitas-fasilitas seperti Mobile Assistance Check-In di Terminal 1C di Bandara Soekarno-Hatta, yang merupakan simpul transportasi udara terbesar di Indonesia.

 Selain berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa, kali ini Customer Service juga akan dibekali dengan mobile printer yang dapat digunakan untuk mencetak boarding pass penumpang. Selain itu, juga disediakan self check-in kiosk  untuk memudahkan penumpang melakukan proses check-in serta mengurangi antrian di check-in counter konvensional.

Penambahan fasilitas juga dilakukan di Terminal 3. Saat ini telah tersedia lokasi penjemputan penumpang dengan format drive thru. Hal ini akan semakin mempermudah penumpang untuk melakukan proses penjemputan di Terminal 3 tanpa perlu masuk kedalam gedung parkir. Untuk angkutan lebaran 2018, fasilitas drive thru ini akan beroperasi mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 21.00.

Pada hari minggu (3/6), turut hadir pula Menteri Perhubungan beserta jajarannya didampingi oleh Presiden Direktur Angkasa Pura II beserta jajarannya untuk  melalukan pengecekan persiapan angkutan lebaran di Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta dengan meninjau posko angkutan lebaran 2018 di terminal 1B serta melakukan ramp check untuk memastikan kesiapan maskapai dalam melayani angkutan lebaran 2018.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, kembali mengingatkan akan pentingnya komunikasi dalam upaya peningkatan level of service di bandara. Dengan adanya komunikasi yang baik, tentunya para stakeholder bandara dapat berkoordinasi dengan baik pula.

Budi menyampaikan, ”Pengecekan di semua lini perlu dilakukan secara berkala tidak hanya pada momen-momen tertentu saja seperti mudik ini. Jika kita mampu mempertahankan koordinasi yang baik, maka kita bisa mengetahui level of service, safety dan tingkat security kita”.

Arus mudik dalam angkutan lebaran 2018 diprediksi ini akan mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan tahun lalu dari sebelumnya 5,7 Juta penumpang pertahun menjadi 6,3 Juta penumpang per tahun. Sehingga persiapan layanan angkutan lebaran 2018 sudah harus dipersiapkan dengan matang.

Presiden Direktur AP II, Muhammad Awaluddin menjelaskan, ”Setiap tahunnya, kami selalu berkomitmen untuk terus menjaga standar pelayanan. Tidak terkecuali pada tahun ini. Walaupun jumlah penumpang diprediksi akan meningkat, AP II selalu siap untuk turut serta mensukseskan angkutan lebaran 2018”.

Di samping itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dikawal Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin turut menyempatkan diri untuk berkunjung dan melakukan inspeksi ke ruang Airport Operation Control Center (AOCC).

Fasilitasi yang memiliki fungsi untuk mengawasi operasional sisi udara dan sisi darat bandar udara ini rencananya juga akan difungsikan pada angkutan lebaran 2018.

Adapun pengembangan tahap pertama AOCC akan dilengkapi dengan tiga fitur layanan, yakni FEMS-Facility Enginering Manajemen System,  FARMS-Facility Airport Resources Management System, dan Airport Security System. Secara garis besar, kehadiran AOCC berfungsi sebagai pusat koordinasi antara airport operator, airline operator, air navigation, serta karantina, bea cukai, imigrasi, dan kepolisian.

Diharapkan dengan semakin lengkapnya fasilitas yang hadir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini mampu memberikan pelayan yang semakin optimal kepada stakeholder bandara serta semakin meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan di bandara.

 (awe).