press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 04:54 WIB

Top 4 Kalender Kegiatan di NTT Diluncurkan

Redaksi | Kamis, 07/06/2018 21:17 WIB
Top 4 Kalender Kegiatan di NTT Diluncurkan Peluncuran agenda kegiatan NTT 2018 (ist)

JAKARTA (aksi.id) - Top empat kalender kegiatan di Nusa Tenggara Timur (NTT) diluncurkan Kementerian Pariwisata bersamaan dengan 20 kegiatan lainnya selama 2018.

Empat kegiatan paling top NTT itu masuk ke dalam Top 100 Wonderful Indonesia Calendar of Event, yaitu Festival Komodo (5-10 Maret 2018), Parade Sandalwood dan Tenun Ikat Sumba (5-12 Juli 2018), Festival Likurai Timor (24-28 Juli 2018), dan Tour De Flores (1-7 November 2018).

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji keindahan alam, kekayaan kesenian budaya dan sejarah yang dimiliki NTT hingga mampu menarik banyak kunjungan wisman.

"Saya setuju ditetapkannya Festival Kebangsaan di Ende untuk masuk dalam bagian Calendar of Event (CoE). Tahun depan saya setuju ada Festival Kebangsaan pada 1 Juni di Ende, jadi mohon dibuat dengan bagus. Kalau dari sisi fashion, tenun NTT terbaik di Indonesia," jelas Arief di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Arief juga menargetkan beberapa penambahan infrastuktur dan mendorong pemerintah daerah NTT untuk terus meningkatkan aksesibilitas dan amenitas. Apalagi Labuan Bajo juga ditetapkan sebagai salah satu dari empat Destinasi Super Prioritas dan destinasi kunjungan IMF-WB pada Oktober 2018.

“Kita punya 10 destinasi prioritas, populer disebut “Bali Baru” dan NTT menyebut dirinya sebagai New Tourism Territory. Dari 10 Bali baru itu, Presiden menetapkan super prioritas, ada empat yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. Mohon para tokoh (di NTT) manfaatkan dengan baik, jangan sampai Pemda atau Bupati cuek akan hal ini,” katanya.

Target 2018 adalah Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Labuan Bajo yang meliputi pembangunan pedestrian di Jalan Soekarno Hatta, pembangunan Pusat Wisata Kuliner Kampung Ujung, pembangunan RTH di Kampung Air (ex Sail Komodo), pembangunan jembatan penghubung Kampung Air dengan Bukit Pramuka, pemasangan 20 titik mooring buoy di TN Komodo.

Untuk aksesibilitas, dia mengatakan, syarat utama menjadi destinasi internasional itu harus memiliki Bandara Internasional. Tahun 2018 diharapkan fasilitas dasar untuk Bandara Internasional sudah siap meliputi fasilitas navigasi, perkerasan runway, dan perbaikan apron. Diharapkan tahun 2019 akan ada penerbangan internasional di NTT sehingga tentunya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisman.

“Terkait Bandara Komodo menjadi Bandara Internasional, pihak Kemenhub sedang melelang calon pengelola Bandara Komodo. Diharapakan pengelola dipegang BUMN atau swasta, seperti Silangit yang di kelola AP II,” ungkap Arief. (omy)

Keyword

Artikel Terkait :

-