press enter to search

Kamis, 21/06/2018 23:21 WIB

Jembatan Ogan Lama Palembang Retak Ditabrak Tongkang

| Jum'at, 08/06/2018 21:43 WIB
Jembatan Ogan Lama Palembang Retak Ditabrak Tongkang

PALEMBANG (aksi.id) - Jembatan Ogan Lama yang merupakan jembatan tertua di Palembang, Sumatera sejak Rabu (6/6/2018) malam kemarin ditutup sementara, usai ditabrak kapal tongkang yang melintas di sungai Musi.

Insiden itu, membuat keretakan yang cukup signifikan dibagian girder serta pilar tiang jembatan Ogan Lama, sehingga akses jalan dari arah Seberang Ulu 1 menuju Kertapati harus ditutup dan dialihkan menggunakan satu jembatan yang berada di samping Ogan Lama yaitu jembatan Ogan Baru.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Metropolitan BBPJN Wilayah V, Suwarno mengatakan, hantaman keras dari kapal tongkang merk BP dengan ukuran 200 speed, bermaksud hendak menuju ke pembangunan tiang Light Rail Transit (LRT) di Sungai Musi.

Namun, ketika melintas di bawah jembatan Ogan, kapal tiba-tiba langsung menghantam tiang bawah hingga bergetar.

“Tiang pilarnya mengalami keretakan dan diduga terjadi pergeseran struktur jembatan, kerusakan ini cukup parah sehingga akses jalan harus ditutup sementara,” kata Suwarno, Kamis (7/6/2018).

Suwarno pun tak bisa memprediksi berapa lama proses perbaikan tiang jembatan Ogan hingga akses jalan kembali bisa digunakan.

"Sekarang masih dilakukan pengecekan berapa parah kerusakan. Besok akan ada tim dari pusat juga untuk melihat dan memastikan berapa jumlah kerusakan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Nelson Firdaus mengungkapkan,  penutupan sementara pada jalur Jembatan Ogan Lama dan dialihkan Jembatan Ogan Baru. Arus lalu lintas disekitaran jembatan pun masih berjalan seperti biasa.

“Memang sedikit terganggu karena hanya menggunakan satu jembatan. Untuk kapal tongkangnyam  sudah dipinggirkan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas air,” kata dia.

Untuk diketahui, jembatan Ogan Lama dibangun pada massa penjajahan Belanda pada tahun 1939. Setelah itu pada tahun 1962 pada penjajahan Jepang barulah dibangun Jembatan Ampera yang kala itu diberi nama sebagai Jembatan Soekarno.

NAKHOA DIPERIKSA 

Pihak Satuan Polisi Air (Polair) Polresta Palembang, sedang melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda Tugboat atau kapal tunda berinisial WS, yang menarik kapal tongkang merk BB 01 (sebelumnya ditulis BP)  yang menghantam tiang jembatan Ogan Lama.

Kepala Satuan Polisi Air Polresta Palembang Kompol  Cahyo Yudo Winarno mengatakan, kapal tongkang tanpa muatan itu bermula mereka sedang berlayar di perairan sungai Ogan dan ditarik dua tugboat merk Jangkat yang dikomandoi oleh WS. 

Akan tetapi, kapal tersebut hilang kendali akibat arus deras saat melintas di lokasi kejadian. Sehingga,kapal tongkang itu langsung menabrak salah satu rumah rakit milik warga.

"Tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah warga mengalami kerusakan akibat dihantam tongkang. Serta tiang jembatan sungai Ogan Lama yang rusak. Kaptennya masih kita periksa,” kata Cahyo, Kamis (7/6/2018).

Cahyo melanjutkan, dari pemeriksaan sementara, mereka menduga adanya kelalain dari awak kapal yang membawa tongkang tersebut.

Hal itu terlihat dari tugboat yang menarik tongkang,  tidak sesuai. Lantaran kapasitas tugboat hanya 200 feet. Sedangkan kapal tongkang yang begitu besar seharusnya  dikendalikan oleh tiga kapal tunda.

Sedangkan ketika kejadian, WS selaku pemegang komando kapal tunda hanya menggunakan satu tugboat di bagian belakang. Sehingga, saat arus deras, kapal tongkang tidak terkendali dan terbawa arus.

""Semestinya satu di bagian depan untuk menarik kapal dan dua kapal di buritan kapal untuk mengendalikan laju kapal,”ujarnya.

Pemeriksaan 

Sementara itum Kepala BBPJN wilayah V Zamharir menjelaskan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan tingkat kerusakan tiang jembatan Ogan Lama.

Sehingga, saat ini kondisi jembatan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

“Untuk mobil dan kendaraan besar, dialihkan melintas di jembatan Ogan Baru yang berada di sebelahnya,” jelasnya.

Untuk mencegah agar kejadian ini tidak terulang, pihaknya berharap ada pembangunan fender atau pelindung tiang jembatan agar bisa  untuk melindungi pilar dari benturan yang disebabkan oleh kapal yang melintas.

Kecelakaan kapal tongkang menghantam tiang jembatan di sungai Musi pun bukan kali pertamanya terjadi di Palembang. Tiang jembatan Ampera, setidaknya diketahui telah dua kali dihantam tongkang pengangkut batubara yang melintas di sungai Musi.

(via/sumber: kompas.com).