press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 05:50 WIB

Pria Asal Prancis akan Berenang dari Jepang Seberangi Samudera Pasifik Menuju Amerika

| Minggu, 10/06/2018 05:15 WIB

TOKTO (aksi.id) - Perenang asal Prancis telah bertolak dari Jepang guna memecahkan rekor sebagai orang pertama yang berenang melintasi Samudra Pasifik.

Ben Lecomte, 51, berencana berenang selama delapan jam sehari selama lebih dari enam bulan dari Jepang menuju pesisir barat Amerika Serikat.

Dia diperkirakan bakal menghadapi sejumlah bahaya, termasuk hiu, badai, sekumpulan ubur-ubur, dan suhu air yang sangat dingin.

Dalam upayanya memecahkan rekor, Lecomte berharap meningkatkan kesadaran khalayak dunia soal perubahan iklim. Sekelompok ilmuwan juga akan melakoni riset selagi Lecomte berenang sejauh 9.000 kilometer.

Penelitian yang dilakukan, antara lain sampah plastik, dampak olahraga ekstrem terhadap jantung, serta imbas bencana pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima terhadap lautan.

Lecomte, yang bermukim di AS, telah menyiapkan dirinya sebelum berupaya memecahkan rekor dengan cara berenang di perairan terbuka selama berjam-jam setiap hari.

Dia juga melatih visualisasi dan disosiasi untuk memastikan dia siap secara mental.

"Bagian mental jauh lebih penting dari bagian fisik. Saya harus memastikan agar selalu berpikir sesuatu yang positif."

"Ketika tidak ada sesuatu untuk mengisi pikiran, pikiran semacam mengawang-awang dan itulah saat masalah dimulai," paparnya.

Persiapan perjalanan ini telah dimulai lebih dari enam tahun lalu, namun Lecomte menargetkan tantangan tersebut jauh lebih lama.

Pada 1998, dia berenang melintasi Samudra Atlantik sendirian, menempuh 6.400 kilometer selama 73 hari.

Ketika akhirnya dia mencapai daratan di Prancis, kata-kata pertamanya adalah "tidak lagi".

"Tidak perlu waktu lama bagi untuk berubah pikiran. Tiga, empat bulan kemudian saya sudah memikirkan petualangan berikutnya dan melakukan sesuatu yang agak sama," paparnya kepada NPR.

Saat mencoba melintasi Samudra Pasifik, Lecomte berencana berenang delapan jam setiap hari. Kemudian dia akan naik kapal pendamping untuk makan dan tidur. Setelah itu, dia kembali berenang.

Kapal pendamping yang menemani Lecomte akan dilengkapi pelacak GPS sehingga khalayak bisa memantau perkembangannya.

Guna menjaga energinya tetap tinggi, dia berencana mengonsumsi makanan sebanyak 8.000 kalori per hari.

"Saya punya diet gula yang sangat ketat. Sebagian besar kalori saya datang dari lemak tinggi dan nasi, pasta dan berbagai sup," sebutnya dalam wawancara dengan Reddit awal bulan ini dan dikutip BBC Indonesia. (dien).