press enter to search

Selasa, 16/10/2018 13:13 WIB

Diduga Bawa Barang Selundupan, KM Andhika, KM Wimaju dan KM Nurjannah Ditangkap di Nunukan

| Senin, 11/06/2018 00:24 WIB
Diduga Bawa Barang Selundupan, KM Andhika, KM Wimaju dan KM Nurjannah Ditangkap di Nunukan Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit menunjukan beberapa barang bukti barang selundupan dari Malaysia.

NUNUKAN (aksi.is) - Kepolisian Daerah Kaltara berhasil menangkap tiga kapal yang diduga menyelundupkan barang dari Malaysia,  di sekitar perairan Nunukan.

Ketiga kapal tersebut diamankan oleh Ditpolair Korpolairud Baharkam dengan Kapal Kakaktua-5012 milik Polri. Ketiga kapal itu tidak memiliki surat izin penjualan.

Kasubpit Patroli Ditpolair Kopilairud Baharkam, Kombes Pol Makhruzi Rahman mengatakan pihaknya berhasil mengamankan KM Andhika, KM Wimaju dan KM Nurjannah yang diduga menyelundupkan barang dari Negeri Jiran-sebutan Malaysia.

Dari kapal tersebut diamankan gula pasir 400 bungkus dengan berat total 8 ribu kilogram (kg), makanan dan minuman sebanyak 2.950 kotak, 21 kg daging sapi, 36 kg daging siap olah, 6 tabung gas elpiji ukurang 14, 20 kg buah-buahan, 4 kotak sayur campuran 4 kotak, 18 bungkus parsel dan 5 botol anggur.

Diketahui sebelum tertangkap barang-barang tersebut diseludupkan lewat Tawau Malaysia melalui Tarakan dan Tanjung Selor.

Komandan Kapal Polri Kompol Jimmy Pakpahan menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada Ditpilair Polda Kaltara untuk penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit mengatakan, pihaknya telah menerima sekaligus mengamankan kapal tersebut dari Ditpolair Korpolairud Baharkam.

“Selain itu, kami juga berhasil mendapatkan satu buah kapal berisi baju bekas atau rombengan, beras dan daging,” bebernya saat melakukan konferensi pers, Sabtu (9/6).

Indrajit mengatakan, negara mengalami kerugian karena barang ilegal yang diimpor dari Malaysia. Karena barang tersebut masuk tanpa izin Kepabeanan.

“Di samping itu, Kasihan produk Indonesia yang tidak laku. Karena jika berbicara masalah perbandingan harga tentu harganya jauh lebih murah,” ungkapnya.

Indrajit mengungkapkan penangkapan tersebut merupakan target dari Mabes Polri untuk mengungkap penyeludupan barang ilegal masuk ke Indonesia. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan atas barang-barang yang masuk lewat perbatasan Kaltara.

“Apalagi dalam waktu dekat Lebaran, segala kebutuhan pangan pasti meningkat. Sehingga ada saja oknum pedagang nakal,” ujarnya.

“Kita usahakan barang ilegal ini tidak masuk ke Indonesia. Karena beberapa pedagang pasti memiliki akal untuk bisa memasukkan barang ilegal. Selain itu untungnya juga sangat besar, pun tidak terlalu repot untuk dalam masalah penjualannya,” lanjutnya.

Kasus tersebut kini ditangani oleh Polda Kaltara, dan sudah memasuki proses penyelidikan. 

(ray/sumber: bulungan.prokal.co).