press enter to search

Selasa, 14/08/2018 20:59 WIB

Ada Candaan Bom, Pilot & Penumpang Wings Air Diturunkan di Bandara Minangkabau

| Senin, 11/06/2018 21:37 WIB
Ada Candaan Bom, Pilot & Penumpang Wings Air Diturunkan di Bandara Minangkabau Kronologi kejadian berawal saat pelaku yang sedang mudik dari Aceh-Medan-transit di Padang selanjutnya menuju Jambi sudah berada di pesawat Wings Air IW1293 pada pukul 16.42 WIB. Foto: twitter @sketsanewscom

PADANG PARIAMAN (aksi.is) -  Seorang pemudik pesawat udara berinisia NS diamankan aparat keamanan gabungan di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat,  karena bercanda membawa bom dalam barang bawaan. 

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Dwi Ananda Wicaksana mengatakan akibat kejadian itu pilot dan seluruh penumpang diturunkan karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan penumpang. 

"Kronologi kejadian berawal saat pelaku yang sedang mudik dari Aceh-Medan-transit di Padang selanjutnya menuju Jambi sudah berada di pesawat Wings Air IW1293 pada pukul 16.42 WIB," kata Dwi seperti dikutip dari Antara, Senin (11/6).

Ketika itu NS ditanya oleh pramugari mengenai isi kardus yang dibawa. NS kemudian menjawab bahwa dia membawa bom. Selanjutnya pramugari melaporkan hal itu ke pilot, dan semua penumpang diturunkan untuk diperiksa ulang.

Kemudian pelaku yang merupakan abdi negara itu dibawa ke Posko Pengamanan Bandara oleh petugas Avsec Angkasa Pura II untuk diamankan bersama dengan satuan TNI dan Polri yang-BKO di BIM. 

Sementara penumpang lain terpaksa kembali ke ruang tunggu karena harus dilakukan pemeriksaan ulang barang bawaan. 

Dwi mengatakan saat ini oknum pelaku telah diserahkan kepada Otoritas Bandar Udara Wilayah VI. 

"Setelah petugas Avsec memeriksa ulang penumpang serta bagasi dan setelah dinyatakan clear maka pesawat kembali diberangkatkan menuju Jambi," kata dia. 

Dwi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar jangan pernah melakukan candaan tentang bom, khususnya di bandara apalagi di pesawat udara karena itu jelas melanggar UU yang telah ditetapkan oleh pemerintah. 

(ray/sumber: cnnindonesia.com).