press enter to search

Selasa, 19/06/2018 11:56 WIB

Siapa Bos Pertamina Usai Lebaran?

| Selasa, 12/06/2018 15:18 WIB
Siapa Bos Pertamina Usai Lebaran? Petugas SPBU

JAKARTA (aksi.id) - Hampir dua bulan kursi direktur utama PT Pertamina (Persero) belum terisi. Hingga saat ini, pemerintah belum juga memutuskan siapa yang akan menggantikan Elia Massa Manik untuk duduk di kursi tertinggi perusahaan migas negara ini. 

Nama-nama calon pengganti Massa, sapaan akrab Elia Massa, sebenarnya sudah diajukan jauh-jauh hari oleh dewan komisaris Pertamina. "Proses itu sudah terjadi sebelum pejabat yang lama diganti," ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara Ahmad Bambang, kepada CNBC Indonesia, Selasa (12/6/2018).

Bambang yang akhir Mei lalu ditunjuk oleh Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi komisaris Pertamina, memaparkan rangkaian proses pemilihan direktur utama pelat merah yang bakal jadi induk holding BUMN migas ini.

Urutan pertama, kata Bambang, adalah dewan komisaris mengajukan nama ke pemegang saham yakni Kementerian BUMN. Lalu, dari BUMN nama tersebut diajukan ke Tim Penilaian Akhir (TPA) yang diketuai oleh Presiden Joko Widodo.

"Kalau sudah sampai tahap ini, hanya bapak presiden dan Allah SWT yang tahu," katanya. 

Tiga sampai empat nama disebut-sebut sudah masuk ke tangan presiden. Di antaranya adalah Nicke Widyawati yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Syamsu Alam yang kini menjabat sebagai direktur hulu Pertamina, serta Deputi BUMN yang baru diangkat jadi komisaris Pertamina Ahmad Bambang. 

Tiga nama inilah yang kuat disebut. Tapi selain itu disebut juga nama lainnya yakni Hanung Budya yang pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pertamina, sekaligus mantan bos Pertamina Energy Limited (Petral) yang keberadaan lembaganya sempat menjadi polemik di 2014 lalu karena terkait isu praktik mafia migas dalam usaha impor minyak Petral. 

Pakar kebijakan migas dari Universitas Gajah Mada Fahmy Radhi mendorong pemerintah untuk tidak berlama-lama menentukan siapa pengganti Massa di Pertamina. Apalagi paska beredarnya nama-nama tersebut. 

"Semakin ditunda dikhawatirkan akan semakin menimbulkan ketidakpastian di dalam pengelolaan Pertamina, lantaran kewenangan dirut Plt terbatas," ujar Fahmy.

Tetapi, ia juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk berhati-hati memilih nama yang akan duduk di kursi terpanas di Pertamina ini. Harus ada kriteria yang dipenuhi oleh para kandidat yang menjadi pertimbangan utama pemerintah sebelum menunjuk orang tersebut jadi bos Pertamina.

"Kriteria itu di antaranya profesional, berintegritas, dan independen," kata Fahmy. 

Jadi, apakah usai libur lebaran ini pemerintah sudah bisa mengumumkan siapa yang akan memimpin Pertamina ke depan dan mulai memimpin dari nol? 

(ani/sumber: cnbcindonesia.com).

Keyword Pertamina