press enter to search

Selasa, 19/06/2018 12:04 WIB

Polisi Periksa Pelapor Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Diduga Bilang 212 Politik Serakah

| Selasa, 12/06/2018 16:28 WIB
Polisi Periksa Pelapor Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Diduga Bilang 212 Politik Serakah Azwar Anas datang ke Mapolda Metro Jaya didampingi salah satu kuasa hukumnya, Novel Bakmumin. Foto: beritabuanadotco

JAKARTA (aksi.id) - Polda Metro Jaya memeriksa Azwar Anas, seorang pria yang melaporkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atas pernyataannya yang menyebut Aksi Bela Islam 212 merupakan `politik serakah.`

Azwar Anas datang ke Mapolda Metro Jaya didampingi salah satu kuasa hukumnya, Novel Bakmumin.

"Kedatangan kami ini untuk menjalani pemeriksaan terkait laporan yang kami buat pada Mei lalu di Bareskrim Polri," ujar Novel, Selasa (12/6).

Ucapan itu pun diketahui Azwar melalui tayangan di Youtube dan sejumlah pemberitaan di media online.

Laporan tersebut awalnya dilayangkan ke Bareskrim Mabes Polri.Laporan terhadap Rahmat Effendi tercantum dalam nomor LP/B/588/V/2018/Bareskrim.
Namun, kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.


Novel mengatakan kliennya juga membawa barang bukti untuk memperkuat laporannya terhadap Rahmat Effendi. Barang bukti tersebut merupakan keterangan dua saksi terkait perkara tersebut.

Selain itu, Novel menegaskan bahwa kliennya enggan membuka pintu damai dengan Rahmat Effendi. 

"Kami membawa dua alat bukti dan dua keterangan saksi. Kita tidak membuka pintu damai, kami ingin kasus ini diselesaikan secara hukum," tuturnya.

Sebelumnya diberitakanWali Kota Bekasi Rahmat Effendi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penodaan agama oleh alumni 212 bernama Azwar Anas, Jumat (4/5).

Rahmat dituding melakukan pencemaran nama baik atas pernyataannya yang menyebut 212 sebagai politik yang serakah.

"Selaku alumni 212 kami merasa tersinggung dan tidak terima karena 212 adalah murni gerakan rakyat bela Islam. Saya terpukul pernyataannya," ujar Azwar.

Rahmat disebut menyampaikan tudingan itu saat memberikan pidato di acara Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Graha Artika Wulansari, Bekasi pada Februari lalu. Azwar mengaku mengetahui isi pidato tersebut melalui tayangan di Youtube dan sejumlah pemberitaan di media online.

"Jadi saya baca di media online, terus sebulan kemudian saya lihat di Youtube. Semakin tidak enak hati kalau diam, jadi tugas saya selaku alumni 212 melakukan laporan," katanya.

Lihat juga:Wali Kota Bekasi Effendi Disalahkan soal Gereja Santa Clara

Azwar mengaku belum bertemu langsung dengan Rahmat untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut. Namun kuasa hukum Azwar, Novel Bakmumin mengaku telah dihubungi salah satu ketua ormas di Bekasi yang menyampaikan bahwa Rahmat ingin ber-tabayyun atau memberikan penjelasan terkait pernyataan itu.

"Nah kami buka pintu tabayyun. Silakan saja Rahmat Effendi memberi klarifikasi tapi proses hukum akan terus berjalan," katanya.

Keyword Rahmat Effendi