press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 04:54 WIB

Atlet Paralayang Cherly Aurelia Tewas Setelah Terjatuh dari Ketinggian 150 M di Gunung Banyak

| Selasa, 12/06/2018 13:05 WIB
Atlet Paralayang Cherly Aurelia Tewas Setelah Terjatuh dari Ketinggian 150 M di Gunung Banyak Cherly Aurelia

BATU (aksi.id) - Cherly Aurelya (18) meninggal dunia saat ikut tandem paralayang di Gunung Banyak, Kota Batu, Selasa (12/6/2018).Kasatreskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo mengatakan peristiwa ini dugaan sementara disebabkan karena faktor cuaca.

"Korban ini datang ke sini untuk berlatih paralayang. Saat akan take off korban mengalami kesulitan mengembangkan sayap parasut. Karena ada hembusan angin yang cukup kencang, menyebabkan payung parasutnya ini kolaps atau menutup. Itu yang menyebabkan korban terjatuh," kata Anton, saat dikonfirmasi, Selasa (12/6/2018).

Ia mengatakan korban mengalami luka pada bagian dada sampai tulang belakang.

"Karena terjatuh dari ketinggian sekitar 150 meter," imbuh Anton.

Korban terjatuh mendekati area landing Paralayang di Desa Songgokerto.

Anton menambahkan korban sebenarnya memiliki lisensi penerbangan.

"Seharusnya kan ada pendampingnya. Nah ini masih kami dalami terlebih dahulu," imbuh dia.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul pukul 08.30.

Tidak akan ada penutupan lokasi paralayang Gunung Banyak Kota Batu paska kecelakaan yang menimpa Cherly Aurelia (18), penerbang paralayang asal Kabupaten Jombang, selasa (12/6/2018).

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Paralayang Jatim, Arif Eko Wahyudi usai konferensi pers di Kota Batu.

"Penutupan itu malah tidak berdasar. Karena Gunung Banyak sangat available sebagai lokasi paralayang," tegas Arif kepada Surya.
Meski begitu, Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jatim tetap melakukan investigasi mendalam peristiwa yang menimpa Cherly.

Hasil dari investigasi itu, kata Arif, akan dijadikan evaluasi dan bahan perbaikan untuk olahraga paralayang.

"Kami akan terus gali dan investigasi. Nanti akan kami jadikan evaluasi dan perbaikan ke depan supaya hal seperti ini tidak terjadi dan terulang lagi," tegasnya.

Lebih lanjut, Arif berharap peristiwa ini tidak menyurutkan minat warga untuk menekuni olahraga itu, maupun berwisata paralayang.

"Semoga peristiwa ini tidak sampai membuat orang ter-demotivasi olahraga maupun berwisata paralayang. Kami pastikan, dalam paralayang mengikuti semua standar dan prosedur yang berlaku," pungkasnya.