press enter to search

Kamis, 13/12/2018 08:26 WIB

Malindo Air Layani Kuala Lumpur-Melbourne Via Denpasar

| Rabu, 13/06/2018 17:48 WIB
Malindo Air Layani Kuala Lumpur-Melbourne Via Denpasar Kru Malindo Air

JAKARTA (aksi.id) - Malindo Air melayani penerbangan internasional setiap hari yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia (KUL) ke Bandar Udara Internasional Melbourne, Australia.

Penerbangan efektif mulai 7 Juni 2018 itu , rilis Malindo Air kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com menyebutkan singgah terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

 Penerbangan bersejarah dimulai dengan Malindo Air bernomor OD177 dari Kuala Lumpur ke Melbourne melalui Bali, telah mendarat di Melbourne pada pukul 4.40 pagi (GMT + 10).

Dalam inaugural tersebut, Chandran Rama Muthy, CEO Malindo Air, Judi Rifajantoro, penasihat profesional untuk Menteri Pariwisata Indonesia dan Zulkafli Yahya, Direktur Senior Divisi Promosi Internasional (Amerika/ Eropa/ Oseania) untuk Pariwisata Malaysia, berada di antara 162 penumpang di pesawat OD177.

 Untuk rute sebaliknya dilayani pada hari yang sama, bernomor OD178 berangkat pada pukul 07.00 pagi dari Tullamarine. Penerbangan dijadwalkan tiba di Denpasar pada 11.25 WITA (GMT + 8). Malindo Air akan melanjutkan perjalanan dari Bali pada pukul 12.25 WITA dan diperkirakan tiba di KLIA pukul 3.25 MYT (GMT + 8).

 Chandran Rama Muthy, CEO Malindo Air mengatakan, “Kami sangat senang untuk menambahkan Melbourne ke peta layanan Malindo Air, sebagai kota ketiga yang kami terbangi ke Australia".

Penerbangan ini memberikan nilai lebih bagi kedua negara dengan transit di Denpasar. Bali adalah salah satu tujuan reguler bagi para pelancong dari Melbourne dan Kuala Lumpur.

"Kami telah memperluas koneksi ke Kuala Lumpur dari Bali untuk menyediakan lebih banyak opsi penerbangan dari hub di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dengan jaringan kami yang terus berkembang. Sementara itu, kehadiran layanan baru ke Australia dan Bali semakin mendukung upaya berkelanjutan kami dalam menjadikan KLIA sebagai pusat transit di kawasan Asia Tenggara," tuturnya.

Di sisi lain, dia menuturkan Melbourne tidak asing bagi sebagian besar orang Malaysia karena Melbourne menampilkan komunitas-komunitas kelahiran Malaysia yang besar, serta tujuan untuk pendidikan, bisnis dan liburan. Oleh karena itu, rute ini akan menarik bisnis dan industri pariwisata.

"Penerbangan ke Melbourne telah menerima tanggapan positif sejak kami meluncurkan penjualan tiket pada April lalu. Selanjutnya, kami akan terus mengeksplorasi dan memperkuat koneksi ke Australia,” tambah Chandran.

 Kepala Bandar Udara Internasional Melbourne, Simon Gandy, mengatakan “Kami sangat senang menyambut Malindo Air yang terus memperluas jaringan internasional, salah satunya ke Australia. Kami optimis, rute ini akan semakin membantu kalangan business dan traveler. Kami telah melihat peningkatan permintaan pada rute Melbourne-Bali yang pernah populer.”

 “Kami menginformasikan, bahwa rute tersebut sangat memberikan prospek terbaik, mengingat lalu lintas penumpang antara Victoria dan Indonesia telah tumbuh 8,6 persen per tahun, dalam lima tahun terakhir. Ini menyoroti bahwa kami dengan cepat mengisi kapasitas permintaan perjalanan udara yang terus menarik serta memperkuat daya tarik Victoria dengan hotspot rekreasi,” kata Gandy.

 Pada kesempatan terpisah, Judi Rifajantoro, Penasihat Profesional untuk Menteri Pariwisata Indonesia telah menyuarakan optimismenya tentang keberhasilan rute yang baru-baru ini dilayani.

 “Kami menghargai inisiatif Malindo Air untuk mengembangkan rute Kuala Lumpur – Denpasar – Melbourne pergi pulang (PP), karena Malaysia dan Australia adalah pasar sumber utama kami untuk mendatangkan turis asing. Sementara, Bali telah dikenal sebagai tujuan yang sangat populer khusus pariwisata. Ini juga merupakan penawaran menarik bagi para pelancong yang ingin melakukan perjalanan antara Kuala Lumpur dan Melbourne atau mereka yang ingin mengunjungi Bali sebelum mereka melanjutkan perjalanan sehingga secara keseluruhan kami sangat optimis tentang peluang rute baru ini,” kata Judi.

 Menurut Direktur Pelaksana Malaysia Airports, Datuk Badlisham Ghazali, “Konektivitas adalah faktor utama dalam menetapkan posisi bandar udara sebagai hub penerbangan global. Tahun lalu, hampir 3 juta penumpang melakukan perjalanan di rute Australia-Kuala Lumpur. Hal ini menunjukkan peningkatan 8,2% dari 2016 sekaligus bukti bahwa Malaysia dengan cepat menjadi salah satu penghubung favorit dari berbagai dunia. Kami sangat senang dapat merayakan rute baru Malindo Air ke Melbourne, karena ini akan memberikan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas bagi penumpang kami yang ingin menerbangi rute tersebut. ”

 Layanan baru dari Kuala Lumpur ke Melbourne, melalui Denpasar (Bali) diumumkan dengan tarif sekali jalan mulai dari RM899 untuk Kelas Ekonomi dan RM1.999 di Kelas Bisnis. Setiap pelanggan akan menikmati fasilitas bagasi 25kg, makanan onboard dan ruang kaki yang luas antarkursi selama perjalanan.

 Malindo Air mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG dengan kapasitas 12 Kelas Bisnis dan 150 kursi Kelas Ekonomi.

 Saat ini, Malindo Air telah terbang ke lebih dari 800 penerbangan setiap minggu di seluruh jaringan yang terus berkembang sekitar 49 rute.

 Malindo Air adalah anggota IATA yang menawarkan layanan codeshare dengan Turkish Airlines, Lion Air, Batik Air, serta mitra interlining Xiamen Air, All Nippon Airways (ANA), Qatar Airways, Etihad Airways dan Oman Air. (awe).

 

Keyword Malindo Air