press enter to search

Jum'at, 16/11/2018 00:04 WIB

Mentawai 9 Kali Diguncang Gempa Susulan

| Rabu, 13/06/2018 23:26 WIB
Mentawai 9 Kali Diguncang Gempa Susulan Gempa bumi terjadi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (13/6/2018). (Foto: BMKG)

JAKARTA (aksi.id) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi 9 kali gempa bumi susulan (aftershock) hingga Rabu (13/6/2018) pukul 21.30 WIB di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang beredar.

Data BMKG, gempa susulan terjadi pukul 06.46 WIB dengan magnitude (M) 5,5 Skala Richter (SR). Kemudian, pukul 09.07 WIB M=5,6; pukul 09.34 WIB M=3,5; pukul 13.17 WIB M=3,4; pukul 13.59 WIB M=5,6; pukul 14.15 WIB M=4,1; pukul 15.30 WIB M=3,7; pukul 19.41 WIB M=4,2; dan pukul 21.23 WIB M=4,4.

Gempa susulan terjadi setelah gempa bumitektonik berkekuatan 5,9 SR pada Rabu pagi pukul 06.08 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,0 LS dan 98,76 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 90 km arah barat Kota Tua Pejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada kedalaman 13 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal,” kata pelaksana tugas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018). 

Rahmat menjelaskan, gempa bumi terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera.

”Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (Thrust Fault),” ujarnya.

Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Tua Pejat, Mentawai II SIG- BMKG (III-IV MMI ) dan Padang I SIG-BMKG (II MMI ).

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,"ujar Rahmat

”Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata dia.

(ray/sumber: inews.id).

Keyword Gempa BMKG