press enter to search

Sabtu, 20/10/2018 00:32 WIB

2 Jenazah Bocah Ditemukan, Korban Tewas Kapal Tenggelam di Makassar Jadi 15 Orang, 6 Masih Dicari

| Kamis, 14/06/2018 10:59 WIB
2 Jenazah Bocah Ditemukan, Korban Tewas Kapal Tenggelam di Makassar Jadi 15 Orang, 6 Masih Dicari

MAKASSAR (aksi.id) – Korban tewas akibat tenggelamnya Kapal Motor Arista di perairan Makassar, Sulawesi Selatan bertambah menjadi 15 orang setelah ditemukan jasad dua bocah. Tim SAR gabungan masih mencari enam korban yang masih hilang.

Kamis (14/6/2018) dini hari, dua korban hilang ditemukan. Keduanya adalah Soraya (7) dan Andriyani (6). Jenazah kedua bocah ditemukan terjepit dalam lambung kapal dan berlumuran minyak.

Usai diangkat ke daratan, jenazah langsung di bawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jala Ammari Makassar.

“Sekarang kami tinggal menunggu keluarga untuk proses lebih lanjut nya," kata Kordinator Operasional Badan Searching and Rescue Nasional (Basarnas) Makassar, Nasaruddin.

Tim SAR gabungan masih terus mencari korban hilang yang kini tersisa enam orang lagi. Pencarian sempat dihentikan sementara tadi malam dan dilanjutkan mulai pukul 06.00 WIB tadi.

Menurut Nasruddin, pencarian korban difokuskan pada titik koordinat akhir terbaliknya Kapal Arista. Keenam korban yang masih hilang adalah Rizal (12), Ramlah Tahir (4), Khaeriyah (50), Dg Ati (50), Dg. Ngasseng (50) dan Rusdah (26).

Kapal Arista yang mengangkut penumpang dan barang-barang lebaran tenggelam di perairan Makassar, Rabu 13 Juni 2018 saat menuju ke Pulau Barang Lompo. Kapal terbalik dihempas ombak dan tenggelam.

NAKHODA TERSANGKA

Kepolisian Resort (Polres) Pelabuhan Kota Makassar telah menetapkan nakhoda Kapal Motor (KM) Arista sebagai tersangka. Pria berinisial DK terancam 10 tahun penjara karena dianggap bertanggung jawab atas karamnya KM Arista yang menewaskan 15 orang.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Kota Makassar, AKP Benny mengatakan bahwa DK diduga melanggar Pasal 302 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 359 KUHP atas kelalaian yang menyebabkan orang lain celaka. "Ancaman 10 tahun penjara,” katanya, Kamis (14/6/2018).

Benny mengatakan penyidik masih terus memeriksa DK bersama awak kapal lainnya.

Hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa DK sudah mengetahui KM Arista yang dinakhodainya sudah tak laik berlayar dan tidak memenuhi standar operasional prosedur (SOP) pelayaran, tapi masih nekat mengangkut penumpang.

"Kapal yang digunakan pelaku memang sudah tidak memenuhi SOP yang ada,” ujar Benny.

KRONOLOGI

Sebelumnya Kasat Polair Polres Pelabuhan Makassar AKP I Wayan Suanda menjelaskan kapal tenggelam di perairan antara Pulau Kayangan dengan tanggul reklamasi.

"Sekitar pukul 12.30 WITA KM. Arista meninggalkan Pelabuhan Paotere sekitar 5 Mil dari Pelabuhan Paotere KM. Arista dihantam angin dan ombak besar yang mengakibatkan KM. Arista terbalik hingga tenggelam," kata Wayan kepada CNNIndonesia.com.

Belum sejam meninggalkan pelabuhan kapal dihantam angin dan tenggelam.

"Pukul 14.00 WITA, korban yang berhasil diselamatkan oleh tim gabungan Polair bersama dengan tim Basarnas Kota Makassar," kata Wayan.

(fahri/sumber: okezone.com).

Keyword Kapal Tenggelam