press enter to search

Selasa, 19/06/2018 12:01 WIB

4 Kapal Dilarang Berlayar, Ratusan Calon Penumpang Terlantar

| Kamis, 14/06/2018 14:15 WIB
4 Kapal Dilarang Berlayar, Ratusan Calon Penumpang Terlantar Pemudik telantar di Pelabuhan Tanjung Uma karena kapal dilarang berangkat, Kamis (14/6/2018). Foto: tribunnews.com.

BATAM (aksi.id) -Ratusan calon penumpang di pelabuhan rakyat Tanjung Uma, Batam, Kepulauan Riau, terlantar. Mereka yang ingin berangkat ke beberapa daerah di Tembilahan itu tak bisa berangkat karena empat kapal penumpang yang seharusnya memberangkatkan mereka dilarang berlayar.

"Anak anak sudah capek, ngantuk. Jadi rewel dari tadi. Kami sudah menunggu dari setengah lima pagi. Kalau nak berangkat ya berangkatlah, tidak ya tidak. Bukan dekat, enam jam lagi baru sampai," ujar Tini satu di antara penumpang.

Wajah lelah dan sedih karena terancam tidak dapat mudik menghiasi wajah para calon penumpang tersebut.

Masniah, penumpang lainnya terlihat sibuk menghubungi sanak saudaranya. Lewat handphone ia menceritakan kondisinya sambil sesekali menghela nafas panjang.

"Sudah 12 tahun saya mudik lewat sini, tak pernah begini. Kami nih cuma ingin berhari raya," katanya.

Wanita itu mengungkapkan pihak agen bersedia mengembalikan uang tiket yang telah dikeluarkannya. Namun demikian, ia kebingungan jika harus berangkat dari pelabuhan lain.

"Duit tiket Rp 49 ribu sih mau dibalikan kalau memang tak jadi juga kapal jalan. Cuma saya pun tidak tahu, ada tidak pelabuhan lain yang melayani ke sana lagi. Ya kalaupun ada, apa iya tidak penuh. Semua orang sudah mudik," ucapnya.

Sambil menunggu kepastian, terlihat ratusan penumpang tersebut menunggu di pelabuhan. Ada juga yang memilih menunggu di dalam kapal, dan di dekat loket penjualan tiket.

Sementara itu, perwakilan dari pemilik kapal, H Syamsir mengatakan ada empat unit kapal yang dilarang berlayar sejak kemarin. Kapal kapal tersebut melayani tujuan ke beberapa daerah di Riau Daratan, seperti Lahang Guntung, Kota Baru dan lainnya.

Dalam sehari ada dua jadwal keberangkatan dari kapal speed boat tersebut. Jadwal pertama pada pagi hari pukul 06.00 sampai 12.00 wib, dan sore hari 17.00-23.00 wib.

"Kemarin sudah tidak jalan, terus hari ini juga tidak jalan. Makanya penumpang makin menumpuk, sebab sudah dari kemarin. Kami diberitahu tidak boleh berangkat dari agen. Kami mengikut saja aturan pemerintah, kalau tidak boleh berlayar ya kami tidak berlayar," ucapnya.

Namun demikian, ia menyebutkan dari para penumpang sangat berharap mereka dapat segera diberangkatkan. Syamsir menuturkan calon penumpang tersebut meminta pemerintah juga bisa memberikan solusi.
"Penumpang maunya ya mereka kalau bisa diberangkatkan pakai kapal pemerintah. Kalau memang tidak bisa berlayar kapal kami ini.

Kami juga tidak mengerti kenapa dilarangnya, kenapa tak laik. Alat alat pelayaran dan keamanan ada semua. Lihat sendiri kan, penumpang juga ada life jacketnya," tuturnya.

Ia mengatakan untuk satu unit kapal memiliki kapasitas penumpang yang beragam tergantung besarnya. Namun untuk yang terkecil bisa memuat sampai 45 orang.(

Keyword Kapal