press enter to search

Kamis, 19/07/2018 03:28 WIB

Lebih Dekat dengan Ahmad Syaikhu Politisi Santun Asal Cirebon

| Minggu, 24/06/2018 15:02 WIB
BEKASI (aksi.id) - Kali pertama berjumpa dengan Ahmad Syaikhu ketika dia menjadi Wakil Wali Kota Bekasi. 
 
Perjumpaan itu meruntuhkan sekat dan jarak psikologis. Dia begitu santun menyambut kami sehingga terasa seperti sahabat yang sudah lama dekat.
 
Dalam silaturahim diwarnai teh manis hangat itu, dia berinisiatif meminta masukan tentang pelayanan publik di Kota Bekasi. Dia mau mendengarkan. Dia mencatat aspirasi. Lalu dia memberi penjelasan. Dialog dan perdebatan begitu adem walau berlangsung berjam-jam.
 
Usai pertemuan itu, sejumlah perjumpaan kembali terjadi, termasuk ketika Ahmad Syaikhu menjadi penceramah di malam jelang pernikahan seorang warga di Kompleks Pondok Hijau Permai, Kelurahan Pengasinan, Rawalumbu.
 
Dalam pertemuan di acara tersebut, Ahmad Syaikhu memperlihatkan kecerdasan yang jarang dimiliki pejabat publik lainnya. Dia berceramah dengan komunikatif dan `menyihir.`
 
Dalam ceramahnya, dia menyajikan ayat Alquran dan hadits Nabi Muhammad SAW.  Luar biasanya, ketika dia menyampaikan ayat Alquran, suaranya begitu merdu. Ratusan jamaah yang hadir begitu khusyu mendengarkan.
 
Belakangan baru diketahui bahwa sesungguhnya pria asal Kecamatan Ciledug, Cirebon, Jawa Barat, itu penghafal Alquran. Pendidikan agama diperolehnya dari orang tua, kakak, guru privat dan kiyai-kiyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
 
Fakta itu membenarkan panggilan yang disematkan aktor Deddy Mizwar kepada Ahmad Syaikhu dengan sebutan "ustadz."
 
Debutan "ustadz" memang pas untuk seorang Ahmad Syaikhu. Selain memiliku kompetensi segudang ilmu agama, dia juga mengasuh lembaga pendidikan. Lebih penting lagi, dia sosok yang clean alias bersih dan karenanya insya Allah jujur.
 
Dalam cermahnya, Ahmad Syaikhu juga menghadirkan pesan program pembangunan,yang digelorakan Pemerintah Kota Bekasi. Dia menyajikan angka-angka.  
 
Urusan angka dan audit, dia memang jago karena latar pendidikan sebagai sarjana dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) .  Dia pernah menjalani ikatan dinas sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang dari 1986 hingga 1989 kemudian dilanjutkan pada BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.
 
Usai berceramah, dia menyempatkan mengunjungi Masjid Alfatah di Kompleks Pondok Hijau Permai. Dengan penampilan bersahaja, dia disambut oleh ratusan pengurus dan jamaah masjid tersebut.
 
Di sana, dia meresmikan pembangunan perluasan areal masjid sekaligus pembangunan sumur resapan air. 
 
BIODATA
 
Ahmad Syaikhu dilahirkan di desa Ciledugkulon,Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada 23 Januari 1965, putra kelima dari pasangan , K.H Ma’soem bin Aboelkhair, dan Nafi’ah binti Thohir.
 
Pendidikan dasar sampai dengan kelas V dilaluinya di SDN Ciledug III. Seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Sindanglaut Cirebon ia melanjutkan ke SDN Lemahabang II hingga lulus. Pendidikan menengah pertama dilaluinya di SMPN Sindanglaut Cirebon dilanjutkan ke SMAN Sindanglaut Cirebon setelah itu dilanjutkan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) . Pendidikan agama diperolehnya dari orang tua, kakak, guru privat dan kiyai-kiyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon.
 
 
Setelah menyelesaikan pendidikan di STAN, ia menikah dengan teman sekampusnya, Lilik Wakhidah. Dari pernikahan itu dikaruniai oleh Allah tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
 
Pada Pemilu 2004, ia dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi. Masuknya ia ke dunia politik berkonsekuensi ia harus mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Ia  pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Propinsi Jawa Barat dan Ketua PKS Jawa Barat.
 
Sejak sekolah dasar ia sudah aktif mengikuti kegiatan pramuka. Di SMP dan SMA, ia aktif mengikuti dan menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS). Ketika kuliah di STAN, aktivitas organisasi itu salurkan melalui Senat Mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal (MBM) Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).
 
Bersama dengan kawan-kawannya, ia mendirikan beberapa yayasan, di antaranya Yayasan At-Tibyan (Jakarta Timur) yang bergerak dalam pendidikan Islam dengan membuka TPA, Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) di Pondok Gede Bekasi yang bergerak dalam Tahfidzul Qur’an (menghafalkan Al-Qur’an) dan Yayasan Lembaga Amil Zakat Tabung Amanah Umat (LAZ-TAMU) di Pondokgede yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kesehatan. Yayasan Adzkia di Bekasi Timur yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi.
 
 
Saat ini ia juga aktif sebagai Dewan Pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’ Pondokgede yang merupakan pelopor sekolah Islam terpadu. Selain itu ia juga diamanahi menjadi Ketua Ta’mir Masjid Annur, Yayasan Miftahul Amal Bojong Rawalele Jatimakmur Pondokgede Bekasi.
 
Kesibukan kerja tidak menghalanginya secara rutin ikut dalam kegiatan olahraga bulutangkis sepekan dua kali dan menembak. Sekarang ia dipercaya untuk menjadi Ketua Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia) Cabang Kota Bekasi.
 
Kemampuan menembak diperolehnya saat mengikuti kegiatan pembekalan Konsepsi Nasional bagi pimpinan dan anggota DPRD se-Indonesia gelombang I di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) bertempat di Sekolah Polisi Negara Lido Sukabumi, di mana ia ketika itu menempati peringkat pertama dalam menembak.
 
 
WAKIL WALIKOTA
 
Karier poliitiknya terus melejit sehingga menduduki jabatan sebagai Wakil Wali Kota Bekasi. Kini dia didaulat oleh partainya menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat.
 
Fakta akan memperlihatkan apakah warga Jawa Barat akan memilih pria soleh, cerdas, pekerja keras dan jujur ini. 
 
(Agus Wahyudin).
 
 
Keyword Ahmad Syaikhu