press enter to search

Jum'at, 21/09/2018 03:06 WIB

Elok Nian Serba Busana Melayu di Bandara Sultan Syarif Kasim II

| Senin, 25/06/2018 22:40 WIB
Elok Nian Serba Busana Melayu di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pegawai hingga jajaran eksekutif Bandara Sultan Syarif Kasim II mengenakan busana khas Melayu.

PEKANBARU (aksi.id) - Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pelanbaru, Riau, mengusung keramahan khas Melayu dalam melayani tamu. 

Keramahan dalam melayani penumpang pesawat itu dipertontonkan dengan indah melalui penyajian busana Melayu, yang dikenakan pegawai dan esekutif bandara kelolaan PT Angkasa Pura II itu.

Pemakaian busana itu merupakan bagian dari implementasi Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu Riau di Provinsi Riau, yang dicanangkan   Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman,  Senin, 25 Juni 2018.

Pencanangan dihadiri Deputi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Pak Agus Sartono, Kepala Badan Bahasa  Dadang Sunendar, Wakil Gubernur Riau  Wan Thamrin Hasyim,  Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Datuk Sri Al-Azhar serta Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Jaya Tahoma Sirait.

Budaya khas Melayu itu menjadi lebih mudah diinternalisasikan sekaliigus diperkenalkan kepada `dunia luar` justru oleh Bandara Sultan Syarif Kasim II. Karena bandara menjadi gerbang utama turis hilir mudik.

Kepada Aksi.id dan BeritaTrans.com, Jaya Tahoma Sirait mengemukakan Bandara Sultan Syarif Kasim II menjadi garfa terdepan dalam penguatan budaya Melayu. "Sejak awal Mei yang lalu kami canangkan melalui maklumat/pengumuman penerbangan," jelasnya.

Bahkan sejak tahun 2016  sudah dimulai kegiatan Lomba Pantun/Duta Pantun untuk jenjang SLTP, SLTA dan masyarakat Umum. "Kami juga sering mengenakan busana Melayu di sejumlah event atau peringatan berlevel nasional serta internasional," ungkapnya.

Memberikan pelayanan berupa sajian budaya dan adat Melayu, dia menjelaskan merupakan implementasi dari instruksi direksi PT Angkasa Pura II kepada seluruh bandara kelolaannya agar mengusung budaya dan adat khas daerah sebagai bagian dari nilai tambah pelayanan. (awe).