press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 07:19 WIB

Soal Rajin Ganti Direksi, Menteri Rini: Tugas Dirut BUMN Itu Ganda

| Rabu, 04/07/2018 16:42 WIB
Soal Rajin Ganti Direksi,  Menteri Rini: Tugas Dirut BUMN Itu Ganda Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Presiden Jokowi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin

JAKARTA (aksi.id). - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno selama ini dikenal hobi merombak Direktur Utama perusahaan-perusahaan pelat merah. Sindiran datang dari berbagai pihak mulai dari Menteri ESDM Ignasius Jona hingga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Rini menjawab, hal ini dikarenakan BUMN memiliki tugas ganda sebagai perusahaan milik pemerintah. Oleh karena itu, pemimpin perusahaan BUMN haruslah yang dapat melaksanakan kedua tugas tersebut.

Kedua tugas ganda tersebut ialah mendorong keuntungan bagi perusahaan tapi juga menyejahterakan masyarakat. Pemimpin BUMN yang selama ini diganti dinilai tidak dapat laksanakan kedua tugas tersebut secara bersamaan.

"Saya tekankan dirut di BUMN fungsinya ganda. Bukan hanya kapabilitas cetak keuntungan tapi sadari agen pembangunan. Ada yang hanya kapabilitasnnya untuk keuntungan, tapi untuk kesejahteraan masyarakat tidak bisa," ujarnya di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Dia mengakui menjadi Dirut BUMN memang tugas berat. Bahkan tugas menjadi Dirut BUMN jauh lebih berat dibandingkan swasta. Pasalnya, menjadi Direktur swasta hanya perlu mengejar keuntungan bagi perusahaan tanpa memikirkan kesejahteraan masyarakat.

"Sebetulnya fungsi dirut BUMN itu lebih berat dari dirut swasta," kata Rini.

Dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan swasta memang memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Namun, tidak perlu memikirkan kondisi masyarakat miskin seperti yang dilakukan perusahaan BUMN.

"Dirut BUMN punya banyak tantangan, punya banyak aturan yang harus ditaati, jadi challenge-nya lebih besar," tuturnya.

Perombakan Direksi BUMN yang cukup menjadi sorotan publik, yakni PT Pertamina (Persero). Rini mencopot Elia Massa Manik dari kursi Dirut Pertamina. Padahal, Elia baru menduduki kursi strategis ini selama setahun lebih.

Pro-kontra pun mengemuka ke publik karena keputusan Rini memang cukup menjadi kontroversi. Di tengah perombakan tersebut, Rini tak langsung menunjuk sosok yang akan memimpin Pertamina secara definitif.

Kini, pucuk pimpinan Pertamina dibiarkan kosong. Untuk sementara awaktu, Nicke Widyawati ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina. Namun, Rini mengatakan, pihaknya telah memiliki beberapa calon Dirut Pertamina yang akan dipublikasikan Juli nanti. Beberapa calon tersebut dipilih karena telah memenuhi kriteria.

"Insya Allah tidak lama lagi. Moga-moga di bulan Juli. Kita benar-benar kali ini menjaga supaya direksi secara total, satu tim yang mempunyai komitmen," ujarnya.