press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 07:11 WIB

Ini Kata Psikolog: Bowo Alpenliebe Mau Cepat Terkenal Lewat Tik Tok

Redaksi | Rabu, 04/07/2018 17:26 WIB
Ini Kata Psikolog: Bowo Alpenliebe Mau Cepat Terkenal Lewat Tik Tok Aplikasi Tik Tok

JAKARTA (aksi.id) - Seiring perkembangan teknologi saat ini, berbagai jenis aplikasi bermunculan. Salah satunya Tik Tok, yang sedang digemari. Aplikasi ini tidak hanya digemari kalangan dewasa tapi juga anak-anak

Baru-baru ini, seorang anak laki-laki yang sedang populer di aplikasi ini atau yang dikenal dengan istilah seleb Tik Tok, Bowo Alpenliebe, membuat heboh dunia maya. Bowo merupakan salah satu pengguna aplikasi Tik Tok yang sangat populer.

Akun Tik Tok nya, @prabowo118 saat ini sudah punya lebih dari 790.000 pengikut dan 6,8 juta penyuka untuk semua videonya di Tik Tok. Tik Tok merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna ga membuat video musik pendek dengan menyelaraskan bibir dan dimiliki perusahaan Cina, Bytedance

Psikolog Kasandra Putranto ikut mengikuti perkembangan fenomena Bowo Alpenlibe ini. Menurutnya, Bowo adalah salah satu dari sekian banyak sosok anak remaja yang terdampak dari perkembangan teknologi. “Bowo adalah representasi fenomena remaja Indonesia yang mencari kesenangan, terjebak  dalam kecanduan aplikasi dan ingin mencapai ketenaran instan,” ungkap Kasandra saat dihubungi Tempo, Selasa, 3 Juli 2018.

Lebih lanjut Kasandra mengatakan, fenomena Bowo Alpenlibe ini merupakan gabungan motivasi ekstrinsik luar diri, seperti ingin memperoleh penggemar, like, dan juga ingin mendapat kompensasi materi. Terbukti Bowo merasa dirinya populer dan kemudian menggelar acara Meet & Greet bersama penggemarnya bleum lama ini. Untuk bertemu dengan bocah berusia 13 tahun tersebut para penggemar harus membayar uang sebesar Rp 80 ribu.

Sayangnya setelah membayar mahal banyak penggemar yang mengeluhkan soal keaslian Bowo dari dunia nyata dibanding yang mereka lihat di dunia maya. Melihat ini, Kasandra mengatakan Bowo adalah sosok yang pintar melinat peluang bisnis tapi, tidak memikirkan jangka panjang atau dampak lain dari jumpa fans yang ia lakukan. “Nekat menggelar Meet & Greet, saya kira lebih kepada kemampuan membaca peluang bisnis dari kesempatan yang ada. Bahwa ternyata fans kecewa itu fakta lain yang harus dikelola,” ujar Kasandra.

Selain itu, Kasandra juga ikut menyoroti beberapa tingkah pola penggemar Bowo Alpenliebe yang dianggap tidak logis, yaitu akan membuat agama baru untuk idolanya tersebut. Hal ini sangat tergantung dengan kualitas atau profil psikologis remaja Indonesia, yang memang saat ini semakin meningkat resikonya menjadi fans fanatik dan irasional. 

Banyaknya anak muda yang terjerumus aplikasi tik tok dan apliaksi lainnya seiring perkembangan teknologi, Kasandra mengingatkan menjadi perhatian khusus. Terutama dalam keluarga, orang tualah mereka memegang peranan penting. Meski begitu, dia tidak membatasi anak-anak untuk menolak kehadiran internet dan teknologi dalam kesehariannya.

Kasandra meminta agar para orang tua tetap harus memantau penggunaan internet dan aplikasi yang digunakan oleh anak-anak mereka. Serta, jangan lupa untuk memperhatikan kondisi psikologis hingga tingkat kecerdasan dari anak-anak mereka.  “Tentu orang tua berperan penuh dalam menjaga proses tumbuh kembang anak-anaknya, termasuk di dalamnya memastikan kecerdasan fisik, mental, sosial, emosional dan spiritualnya,” ujarnya.  (ny/Sumber/Tempo.co)