press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 04:10 WIB

Dinilai Memonopoli, Merger Uber & Grab Kena Sanksi Denda KPU Singapura

| Kamis, 05/07/2018 23:40 WIB
Dinilai Memonopoli, Merger Uber & Grab Kena Sanksi Denda KPU Singapura  Merger Uber dan Grab

SINGAPURA (aksi.id) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Singapura menjatuhkan denda kepada Grab dan Uber Technologies sekaligus membuka kemungkinan aksi merger kedua itu dibatalkan karena berpotensi memonopoli bisnis.

Dikutip dari Reuters, Kamis (5/7/2018), Uber sebelumnya telah resmi menjual unit bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab, rival beratnya.

Sebagai gantinya, Uber akan mendapat jatah saham Grab. Penjualan tersebut menandai kekalahan Uber kompetisi di salah satu pasar terbesar di Asia.

Namun, kesepakatan besar ini langsung mendapat perhatian dari KPPU. Tak lama, transaksi bisnis disepakati lembaga itu langsung melakukan penyelidikan untuk menentukan apakah kesepakatan itu melanggar aturan di Singapura atau tidak.

KPPU Singapura mengajukan denda karena Uber dan Grab dinilai bersekongkol mematikan kompetisi di sektor aplikasi transportasi online di negara tersebut.

Langkah ini cukup bersejerah karena baru pertama kali dilakukan terhadap kesepakatan merger. Lembaga tersebut menyatakan akan menunggu respons kedua perusahaan sebelum menentukan nominal dendanya.

Grab dan Uber tidak segera memberikan respons atas keputusan KPPU tersebut.

KPPU Singapura juga mengajukan sejumlah langkah yang bisa mengurangi monopoli seperti menghapus ketentuan soal kewajiban khusus pengemudi yang memakai platform Grab dengan armada taksi.

Selain itu, Grab juga diminta untuk tidak mengubah algoritma penentuan harga sebelum merger dan tarif komisi pengemudi sampai kompetisi hidup kembali.

KPPU Singapura juga melakukan uji publik atas langkah yang diambil tersebut. Selain itu, lembaga ini juga mengatakan ada kemungkinan transaksi Grab dan Uber dibatalkan sampai uji publik selesai atau uji publik lanjutan sehingga cukup untuk mengatasi persoalan monopoli ini selesai.

(dien/sumber: inews.id).

Keyword Uber Grab