press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 03:42 WIB

Kapal TB Yamani II dengan 9 Kru Hilang di Perairan Indramayu

| Sabtu, 07/07/2018 18:53 WIB
Kapal TB Yamani II dengan 9 Kru Hilang di Perairan Indramayu Ilustrasi tim SAR mencari kapal hilang

BANDUNG (aksi.id) - Kapal TB UJ 007/ BG Yamani II sinyalnya ditemukan di wilayah Perairan Tanjung, Karawang.

Sebelumnya, kapal ini dilaporkan hilang kontak di sekitar Perairan Balongan Indramayu dalam perjalanannya dari Pelabuhan Bojonegara di Banten menuju Pelabuhan Batang di Jawa Tengah.

"Tim SAR Gabungan masih terus berkoordinasi untuk dapat berkomunikasi dengan awak kapal Tug Boat UJ 007. Terjadi cuaca buruk, sehingga kapal tersebut mencari tempat aman untuk berlindung," kata Koordinator Humas dan Protokoler Basarnas Jawa Barat, Joshua Banjarnahor, Sabtu (7/7/2018).

Joshua mengatakan, sembilan orang di dalam kapal tersebut adalah Edward sebagai Nahkoda, Sugianto (Mualim-I), Laode (Mualim-II), Supriyadi (KKM), Heri Santoso (Masinis-II), Dwi Kartika (Masinis-III), Naharudin (Juru Mudi), Ali Saban (Juru Mudi), dan Rahmad Mansuri (Juru Mudi).

Kapal berjenis Tug Boat (Barge) milik PT Putra Sihiong Mandiri tersebut awalnya diketahui bisa berkomunikasi dengan kapal lainnya, yakni ETI 101 milik syahbandar Indramayu pada 4 Juli 2018 dengan koordinat 06° 09` 71`` S - 108° 28` 57`` E dengan jarak atau radial dari Dermaga Pelabuhan Cirebon 103.07 Nm/357.32°.

"Kantor SAR Bandung melakukan pemapelan ke Danlanal Cirebon, Kasrop Cirebon, KSOP Cirebon, dan UPP Indramayu. Kami terus memantau perkembangan informasi tersebut," kata Joshua melalui ponsel, Sabtu (7/7/2018).

Kantor SAR Bandung terus berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait untuk mendapatkan informasi mengenai Kapal Tug Boat tersebut.

Baca: Perempuan 55 Tahun Meninggal Dunia Usai Berhubungan Badan dengan Driver Ojek Online

 

Kapal dalam kondisi baik hanya saja komunikasi masih terputus. Kapal tersebut terakhir melaju dengan kecepatan 3 hingga 3,5 knot.

Kepala Basarnas Jawa Barat, S Riyadi mengatakan kecelakan kapal marak terjadi dalam waktu belakangan ini.

Pihaknya mengimbau kepada pemilik dan pengelola kapal dan seluruh pengguna transportasi air untuk lebih meningkatkan upaya keselamatan.

"Dengan memperhatikan ketersediaannya alat keselamatan dari life jacket, sekoci, hingga mengecek alat komunikasi atau alat sinyal distress guna mengurangi resiko jatuhnya korban kecelakaan," katanya. Demikian tribunnews.com memberitakan.