press enter to search

Rabu, 18/07/2018 23:33 WIB

Bila Bisa Buktikan Tuhan Itu Ada, Duterte Bilang Siap Mundur dari Jabatan Presiden

| Minggu, 08/07/2018 14:44 WIB
Bila Bisa Buktikan Tuhan Itu Ada, Duterte Bilang Siap Mundur dari Jabatan Presiden Prsiden Filipina Duterte

MANILA (aksi.id) - Pernyataan kontroversial Presiden Filipina Rodrigo Duterte soal `Tuhan` berlanjut. Sebelumnya, Duterte mengatakan Tuhan itu bodoh. Lalu, Duterte menyatakan siap mengundurkan diri jika ada yang bisa membuktikan Tuhan itu ada.

Ucapan itu terlontar setelah Duterte mempertanyakan ajaran Katolik, seperti soal konsep dosa dan pembaptisan bayi. Hubungan dia dengan gereja memang sedang renggang belakangan ini.

"Di mana logika Tuhan di sana," kata pria 73 tahun itu, saat menyampaikan pidato pembukaan acara sains dan teknologi di Davao, seperti dikutip dari Associated Press (AP).

Menurut dia, jika ada seseorang yang bisa membuktikan dengan foto dan selfie manusia sedang bicara atau melihat Tuhan, dia siap mengundurkan diri secepatnya.

Duterte sebenarnya yakin ada kekuatan besar yang mengatur alam semesta. Dia mengatakan, miliaran bintang dan benda-benda langit di angkasa pasti ada yang mengaturnya sehingga tak saling bertabrakan lalu mengancam jiwa manusia.

Pekan lalu, pernyataan Duterte di stasiun televisi yang menghina Tuhan memicu reaksi keras masyarakat. Duterte dikecam, dicap jahat, serta disebut psikopat.

Saat itu Duterte ditanya mengenai kisah di Alkitab tentang penciptaan manusia, yakni alasan mengapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa jika hanya untuk membiarkan mereka jatuh dalam kubangan dosa yang menghancurkan kesucian mereka.

"Siapa Tuhan yang bodoh ini? Bagaimana Anda bisa merasionalisasi Tuhan? Apakah Anda percaya (Tuhan)?" kata Duterte.

Duterte juga menyesalkan, dosa Adam dan Hawa menyebabkan semua orang menanggung akibatnya.

"Anda tidak terlibat, namun sekarang Anda ternoda dengan dosa manusia di awal. Itu yang tidak bisa saya terima, dalil yang sangat bodoh,” ujarnya.

Mengetahui hal itu, senator dari oposisi Antonio Trillanes IV bahkan menyebut Duterte sebagai orang jahat dan kejam.

"Dia sangat konsisten dengan kebohongan, kejahatan, dan kekejaman dari kebijakannya," kata Trillanes.

Seorang Uskup Katolik, Arturo Bastes, menyebut Duterte sebagai orang gila dan mendesak warga Filipina untuk mendoakannya agar bertaubat. Bastes meminta warga berdoa agar ucapan menghujat dan kecenderungan kediktatoran Duterte segera berakhir.

Duterte mengejutkan umat Katolik Filipina pada 2015 yang mengkritik kunjungan Paus Fransiskus karena menyebabkan kemacetan lalu lintas di Manila. Dia kemudian meminta maaf, namun kemudian berulang kali mengecam uskup dan Gereja Katolik yang dominan di negara itu.

Keyword Duterte