press enter to search

Kamis, 19/07/2018 03:27 WIB

60.563 Peserta Ikuti Ujian Tulis Seleksi Masuk UGM

| Senin, 09/07/2018 00:34 WIB
60.563 Peserta Ikuti Ujian Tulis Seleksi Masuk UGM Puluhan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan Labuhanmaringgai, Kabupaten Lampung Timur.

SLEMAN (aksi.id) - Minat calon mahasiswa untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta tinggi. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah peserta seleksi ujian tulis (Utul) yang mencapai 60.563 peserta. Jumlah itu naik dibandingkan pada 2017 yang saat itu diikuti 47.306 peserta.

Rektor UGM Yogyakarta, Panut Mulyono mengakui jumlah peserta ujian tulis tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Ujian tulis ini, kata dia, dilaksanakan serentak di empat kota besar di Indonesia, yakni Yogyakarta, Jakarta, Medan, dan Pekanbaru.

Menurut Panut, tiap tahun ada 10.000 mahasiswa yang diterima UGM. Dari jumlah itu, sekitar 30 persen diterima melalui proses penjaringan seleksi uian tertulis. “Sebelum ada ujian mandiri juga ada seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Untuk ujian tulis ini porsinya 30 persen dari total daya tampung,” kata Panut di sela-sela memantau proses seleksi ujian tulis di Yogyakarta, Minggu (8/7/2018).

Sebelum ujian, panitia telah mempersiapkan proses seleksi secara matang. Salah satunya dengan menggandeng beberapa kampus dan sekolah untuk lokasi ujian. Seperti di SMA 3 Yogyakarta, SMA Stelladuce, Fakultas Teknik UNY, Amikom, dan Universitas Sanata Dharma.

Panut menegaskan, ujian mandiri ini dilaksanakan sangat ketat dan selektif. Dasar penerimaan mahasiswa baru ini mendasarkan atas nilai ujian dari peserta. Sehingga prosesnya akan berjalan sangat ketat. “Ini adalah proses menjaring calon terbaik putra putri bangsa,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM Djagal Wiseso Marseno menegaskan UGM tetap mempertahankan proses penjaringan mahasiswa melalui ujian mandiri. Meski beberapa universitas seperti UI dan ITB sudah tidak lagi melaksanakan ujian tersebut dan mengandalkan nilai dari hasil ujian SBMPTN.

Proses seleksi secara mandiri, kata dia diharapkan bisa menjaring peserta didik yang potensial baik secara akademik dan bisa menjaring sesuai dengan kondisi geografi di Indonesia yang berasa dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). 

Para peserta ujian ini terbagi dalam beberapa wilayah. Di Yogyakarta diikuti 51.632, 4.610 peserta di Jakarta, 1.500 peserta di Medan, dan 2.487 peserta di Pekanbaru. Para peserta akan memperebutkan 2.115 kursi program sarjana dan 443 kursi program diploma.

(dede/sumber: inews.id).