press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 08:06 WIB

Gado-Gado, Rendang & Tari Indang Badinding dan Bajidor Kahot Pukau Orang Jerman

| Senin, 09/07/2018 22:20 WIB
Gado-Gado, Rendang & Tari Indang Badinding dan Bajidor Kahot Pukau Orang Jerman Komunitas "Freunde Indonesiens e.V" memperkenalkan kuliner dan tarian tradisional Indonesia dalam acara Festival Budaya Friedrichshafen di Jerman Selatan. Foto-foto: dw.com

FRIEDRICHSHAFEN (aksi.is) - Warga negara Indonesia yang tergabung dalam komunitas "Freunde Indonesiens e.V" memperkenalkan kuliner dan tarian tradisional Indonesia dalam acara Festival Budaya Friedrichshafen di Jerman Selatan.

Festival tahunan yang digelar pemerintah kota Friedrichshafen ini telah memasuki tahun ke 27. Sesuai namanya, pengunjung festival bisa menikmati berbagai macam suguhan kuliner dan atraksi budaya dari seluruh dunia. Kebanyakan partisipan festival adalah komunitas budaya di kota Friedrichshafen dan sekitarnya. Indonesia diwakili oleh komunitas "Freunde Indonesiens".

Komunitas "Freunde Indonesiens" sejak didirikan tahun 2017 langsung aktif ikut serta dalam Festival Antar Budaya Friedrichshafen pada 1 dan 2 Juli 2017. Organisasi nirlaba ini berdiri atas prakarsa 9 perempuan Indonesia, yang tinggal di kota-kota sekitar danau Bodensee di selatan Jerman.

Sajian makanan khas tentu menjadi hal wajib hadir pada setiap festival budaya. Di kota Friedrichshafen, stand kuliner Indonesia menarik banyak minat pengunjung festival, yang penasaran dengan makanan khas Indonesia. Rendang, sate dan gado-gado adalah menu andalan yang ditawarkan di warung Indonesia ini.

Pengunjung festival menikmati kuliner Indonesia dibawah tenda yang dihias dengan warna merah putih. Tenda dipenuhi pengunjung festival yang dengan antusias menjajal makanan khas Indonesia, seperti rendang atau gado-gado. Kuliner Indonesia biasanya sulit didapat di kota Friedrichshafen.

Selain kuliner khas nusantara, komunitas diaspora Indonesia juga memperkenalkan tarian tradisional Indonesia di Festival Antar Budaya Friedrichshafen. Tari Indang Badinding dari Sumatra Barat memukau penonton dengan iringan musik yang semakin cepat serta gerakan yang juga cepat dan sinkron dari para penari.

Acara-acara budaya seperti festival di kota Friedrichshafen ini menjadi ajang yang dimanfaatkan oleh "Freunde Indonesiens" untuk menjembatani pertukaran budaya Jerman-Indonesia serta memudahkan integrasi bagi masyarakat Indonesia yang hidup di Jerman.

Tari Bajidor Kahot dengan kostumnya yang warna-warni, sebelum naik panggung saja sudah menarik perhatian banyak pengunjung yang ingin berfoto bersama penari. Ketika tarian ditampilkan, iringan musik gamelan Sunda dan Bali serta liuk gerakan penari membuat penonton bertepuk tangan riuh.

Sumber: dw.com