press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 07:51 WIB

Hadapi Perang Dagang Lawan Amerika, Jerman Lirik China

| Senin, 09/07/2018 22:45 WIB
Hadapi Perang Dagang Lawan Amerika, Jerman Lirik China

BERLIN (aksi.id) - Kanselir Jerman Angela Merkel menyambut kedatangan Perdana Menteri China Li Keqiang hari Senin di (9/7) Berlin. Kedua negara ingin meningkatkan kerjasama ekonomi menghadapi perang dagang AS.

Dalam konsultasi tingkat tinggi di Berlin, Jerman dan China ingin mencari strategi yang lebih terkoordinasi dalam menanggapi perang dagang yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump.

Minggu lalu, konflik perdagangan antara AS dan Cina meruncing, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump memberlakukan tarifmpor yang lebih tinggi terhadap berbagai barang teknologi yang diimpor dari China.

Langkah AS langsung dibalas Beijing dengan oenerapan tarif impor yang lebih tinggi lagi untuk produk-produk pertanian AS. China terutama ingin para pemilih Donald Trump di daerah pedesaan dan kawasan pertanian AS merasakan kerugian yang disebabkan oleh politik dagang presidennya.

Berlanjut ke sektor otomotif?

Produsen mobil Jerman kini khawatir, perang dagangantara AS-China akan berlanjut ke esktor otomotif. Jika kedua negara memberlakukan tarif impor lebih tinggi terhadap mobil, perusahaan-perusahaan Jerman akan menderita kerugian signifikan. Karena AS dan China adalah pasar ekspor utama mobil Jerman. Selain itu, BMW dan Daimler/Mercedes Benz misalnya, mengekspor kebanyakan kendaraannya ke Cina dari pabrik-pabrik yang ada di AS.

Ketua Asosiasi Bisnis Asia-Pasifik Jerman (APA) Hubert Lienhard mengatakan, menghadapi agenda proteksionis yang sedang tumbuh di AS, langkah bersama Jerman dan China "akan mengirim sinyal penting buat Gedung Putih". Dia menambahkan, sinyal tersebut harus merupakan komitmen baru untuk perdagangan bebas.

Namun Lienhard mengingatkan, ada juga perbedaan kepentingan antara Jerman dan China yang tidak boleh diabaikan.

"(Ini) dua sistem yang berbeda dan bersaing satu sama lain: Sistem kapitalis yang dijalankan negara China berbeda dengan sistem ekonomi pasar bebas Jerman." Perbedaan tersebut secara teratur akan "menciptakan masalah", kata Lienhard. Tapi dia yakin, hal itu dapat ditangani melalui konsultasi bersama.

Direktur pelaksana Kamar Dagang dan Industri Jerman DIHT, Martin Wansleben mendukung penguatan hubungan ekonomi Jerman-Cina.

"Amerika Serikat dulunya adalah mitra dagang yang baik bagi kami," katanya. "Tapi Trump jelas ingin kemitraan ini hilang." Namun Wansleben mengatakan, Cina juga perlu mengubah posisinya di banyak bidang, dan "pasti ada lebih banyak ruang untuk perbaikan."

Ketua Asosiasi Perdagangan Luar Negeri Jerman BGA, Holger Bingmann mengatakan, Cina sekarang  sudah bergerak ke arah yang benar di sektor layanan keuangan dan sektor otomotif. Namun sektor-sektor lain masih jauh dari jangkauan pelaku pasar asing.

Sumber: dw.com