press enter to search

Minggu, 23/09/2018 09:36 WIB

Erdogan Dilantik Sebagai Presiden Turki

| Selasa, 10/07/2018 01:11 WIB

ANKARA (aksi.id) - Tayyip Recep Erdogan dilantik sebagai presiden Turki yang baru di gedung parlemen, Senin (9/7/2018).

Ini merupakan kesempatan kedua bagi Erdogan menjadi presiden setelah meraih kemenangan mutlak pada pemilu dua pekan lalu.

Erdogan mengatakan, sistem baru pemerintahan, di mana peran lembaga eksekutif menjadi lebih kuat, sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menjamin keamanan setelah kudeta militer 2016 yang gagal, serta menjaga keamanan negara dari konflik di Suriah dan Irak.

“Sebagai presiden, saya bersumpah demi kehormatan dan integritas saya, atas bangsa dan sejarah Turki yang hebat, untuk bekerja dengan segenap kekuatan saya, melindungi dan meninggikan kemuliaan dan kehormatan bagi Republik Turki," kata Erdogan, dalam sumpah jabatan, dikutip dari Reuters.

Penerapan sistem presidensial menandai perombakan tata pemerintahan terbesar sejak Turki didirikan di atas reruntuhan Kekhalifahan Utsmaniyah hampir seabad lalu.

Posisi perdana menteri telah dihapus dan presiden sekarang akan dapat memilih kabinetnya sendiri, mengatur kementerian, menghilangkan pegawai negeri, tanpa persetujuan parlemen.

Pendukung Erdogan melihat perubahan tersebut sebagai imbalan yang adil bagi seorang pemimpin yang telah menempatkan nilai-nilai Islam di inti kehidupan publik, memperjuangkan kelas pekerja, dan mengawasi pertumbuhan ekonomi yang kuat selama bertahun-tahun.

Namun oposisi justru menuduh Erdogan mengikis paham sekuler yang didirikan oleh pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, dan mendorong negara menjadi lebih jauh dari nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berbicara ala Barat.

Erdogan memperoleh suara terbanyak dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Turki 2018. Komisi pemilihan menyebut Erdogan memperoleh hampir 53 persen suara, mengalahkan lima kandidat lain. Dia bahkan jauh mengungguli pesaing terdekatnya dari oposisi, Muharrem Ince, yang hamya memperoleh 31 persen suara.

Keyword Erdogan