press enter to search

Kamis, 19/07/2018 03:19 WIB

Kapal dengan 45 Penumpang & Tenggelam di Namlea Ternyata Tak Miliki SPB

| Selasa, 10/07/2018 19:26 WIB
Kapal dengan 45 Penumpang & Tenggelam di Namlea Ternyata Tak Miliki SPB Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) UPP Namlea evakuasi korban tenggelam di perairan Pulau Buru, Maluku.

 

NAMLEA (aksi.id) -  Petugas Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas II Namlea berhasil mengevakuasi seorang korban tenggelamnya kapal cepat (speed boat) Permai II di Perairan Pulau Buru, Maluku, Selasa (10/7/2018) pagi.

Kepala UPP kelas II Namlea, Ihsan Tidore menjelaskan speed boat dengan kapasitas 60 orang, berlayar tanpa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Desa Ilath Kecamatan Bual mengangkut 45 orang dengan tiga orang Anak Buah Kapal (ABK).

"Mereka melayari pesisir Bual menuju Namlea. Kapal tidak mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan berlayar tidak melalui pelabuhan," ungkap Ihsan dalam rilis yang diterima Aksi.id dan BeritaTrans.com.

Dia menjelaskan setelah dua jam berlayar, kapal tenggelam di dekat Tanjung Kayu Putih dan pada saat itu cuaca diketahui dalam kondisi kurang baik.

Kapal diperkirakan tenggelam dan sebagian besar penumpang berhasil berenang ke pinggiran ke sekitar desa Pela namun seorang penumpang tak berhasil berenang dan akhirnya meninggal dunia.

Selanjutnya para korban berhasil dievakuasi gabungan petugas KPLP Kantor UPP Namlea dan Tim SAR. Para korban selamat diangkut dengan KM Cantika Lestari 9-C milik PT Dharma Indah dan dibawa ke Pelabuhan Namlea untuk penanganan lebih lanjut.

Ihsan menyayangkan masih ada pihak-pihak yang tidak mengindahkan keselamatan pelayaran terlebih lagi berlayar tanpa SPB.

Ihsan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, masing-masing pihak harus menyadari bahwa keselamatan pelayaran dapat terwujud dan dilakukan tanpa kompromi.

"Taati aturan, jangan memaksakan diri berangkat bila cuaca tidak mendukung. Keselamatan pelayaran nomor satu dan tak bisa ditawar, mari utamakan keselamatan pelayaran," tutup Ihsan.

Sebelumnya diberitakan kapal Permai Dua dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Buru, Maluku, Selasa (10/7/2018). Kapal membawa 45 penumpang dan tiga kru.

Informasi yang didapat Aksi.id dan BeritaTrans.com menyebutkan kapal tersebut berangkat dari Desa Ilath Kecamatan Bata Bual, Kabupatan Pulau Buru pada pukul 8.00.

Namun sekitar dua jam berangkat menuju Namlea, kapal dihamtam ombak besar sehingga tenggelam di sekitar Tanjung Kayu Putih. Seluruh penumpang dan kru bergegas menyelamatkan diri.

Dengan berenang, mereka berhasol menyelamtakn diri ke pantai. Hanya saja seorang kakek qafat dalam upaya penyelamatan itu. Penumpang berusia sekitar 70 tahun tersebut bernama Lamartondo.

Seluruh penumpang akhirnya dievaluasi menggunakan kapal Cantika Lestari 9C milik Dharma Indah dengan pelayaran menuju Namlea.

Sementara itu, Kasie Operasi SAR Ambon, Andireas Johanes kepada detikcom, Selasa (10/7/2018), menyebutkan puluhan penumpang tersebur merupalan rombongan calon jamaah haji. 

(dien).

 

Keyword Kapal Tenggelam