press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 07:01 WIB

LSI: Prabowo, Gatot Nurmantyo & Anies Baswedan Calon Penantang Kuat Jokowi

| Selasa, 10/07/2018 23:15 WIB
LSI: Prabowo, Gatot Nurmantyo & Anies Baswedan Calon Penantang Kuat Jokowi

JAKARTA (aksi.id) - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan tiga nama tokoh berpeluang menjadi calon presiden (capres) penantang petahana Joko Widodo. Ketiga nama tersebut adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Dari nama-nama tersebut, pasangan Prabowo-Gatot paling banyak didukung responden yaitu sebesar 35,6 persen," kata Direktur LSI Denny JA Adjie Al-Farabi pada konferensi pers di kantornya, Selasa (10/7).

Disusul pasangan Prabowo-Anies 19,6 persen, Prabowo-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 12,3 persen, dan Prabowo-Ahmad Heryawan (Aher) 10,2 persen.

Survei LSI Denny JA digelar 28 Juni-5 Juli 2018 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Metode survei adalah multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error kurang lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di Indonesia

Adjie menambahkan jika Gatot Nurmantyo maju sebagai capres, responden menilai cawapres yang bisa membuat Gatot menjadi lawan berat Jokowi adalah Anies. 

"Dari nama-nama pasangan yang diuji dalam survei, pasangan Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan adalah pasangan yang paling banyak didukung," kata Adjie.

Dukungan kepada pasangan Gatot-Anies sebesar 31,8 persen. Lebih besar dibandingkan dukungan terhadap Gatot-AHY yang mencapai 21,5 persen atau Gatot-Aher yang dukungannya mencapai 13,3 persen.

Sedangkan AHY yang merupakan Ketua Kogasma Partai Demokrat dinilai responden, akan menjadi cawapres ideal untuk mendampingi Anies.

"Survei kami menunjukan bahwa pasangan Anies-AHY adalah pasangan yang paling banyak didukung. Dukungan pasangan Anies-AHY mencapai 33,4 persen," kata Adjie. 

Kemudian, disusul pasangan Anies-Aher 27,4 persen, dan Anies-Cak Imin sebesar 23,4 persen. 

"Lawan tangguh Jokowi, Prabowo-Gatot, Gatot-Anies, Anies-AHY," kata Adjie.

Sementara, survei LSI menunjukkan cawapres terkuat Jokowi mengerucut pada lima nama yaitu Airlangga Hartarto, Tito Karnavian, Mahfud MD, Moeldoko dan Sri Mulyani.

Namun, LSI menilai sesugguhnya Jusuf Kalla adalah cawapres paling diunggulkan untuk Jokowi.

Dukungan publik terhadap JK sebagai cawapres masih kuat. Namun ada aturan yang interpretatif yang melarang wapres dua periode. Karena itu, LSI Denny JA untuk sementara waktu, tidak memasukKan JK dalam survei maupun panel ahli.

Sebelumnya, pada Mei 2018, Indikator merilis survei calon presiden dan wakil presiden. Menurut survei Indikator, bila head to head, Jokowi akan meraih suara 60,6 persen, dan Prabowo Subianto 29 persen, sedangkan 10,4 persen belum menjawab. 

Sebelumnya pada Maret 2018, Political Communication (Polcomm) Institute juga telah merilis hasil elektabilitas calon presiden. Hasil survei Polcomm Institute menunjukkan Joko Widodo masih mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yakni 49,08 persen berbanding 29,67 persen.

(moy/sumber: cnnindoneaia.com).