press enter to search

Sabtu, 17/11/2018 07:13 WIB

Soal Anies Maju Pilpres, Eggi Sudjana: Jangan Langgar Sumpah

| Selasa, 10/07/2018 23:20 WIB
Soal Anies Maju Pilpres, Eggi Sudjana: Jangan Langgar Sumpah Anies Baswedan bersama imam Masjidil Hatam,Syaikh Sudais

JAKARTA (aksi.id)  Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana berharap Anies Baswedan tak meninggalkan jabatan Gubernur DKI Jakarta untuk menjadi calon presiden atau wakil presiden di Pemilu 2019.

Jika Anies tetap mencalonkan diri, Eggi menegaskan tidak akan mendukungnya.

"Saya secara pribadi saya tidak mau memilihnya. Tegas. Kita harus tegas," ujar Eggi di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Selasa (10/7).

Eggi berkata Anies telah bersumpah akan mengabdi membangun Jakarta ketika dilantik menjadi Gubernur. Sumpah itu, tegas Eggi, disampaikan Anies di hadapan Alquran.

Jika Anies melanggar sumpahnya, menurut Eggi, maka ia termasuk sebagai orang munafik dan melanggar janjinya di hadapan Alquran. Eggi menegaskan siap menjadi orang yang akan selalu mengkritik Anies jika hal itu terjadi.

"Ciri-ciri orang munafik adalah kalau janji ingkar, kalau omong bohong, kalau diberi amanat khianat. Anies sudah diberi amanat lima tahun, sudah bersumpah pakai Alquran ketika dilantik, dan sudah ngomong akan pimpin DKI selama lima tahun. Terus sekarang digadang-gandang mau jadi presiden juga, itu tidak benar," katanya.

"Jadi ketidaksetujuan saya secara ilmu agama. Jangan sampai Anies jadi orang munafik. Karena orang munafik itu menurut surat At Tahrim itu harus diperangi, bukan ditemani, apalagi didukung. Mestinya diperangi. Kalau anies maju juga, saya jadi bagian yang memerangi," tambah Eggi.

Selain itu, Eggi mengingatkan Anies agar tidak mengulangi perbuatan Joko Widodo (Jokowi) ketika menjabat Gubernur DI.

Jokowi tak menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI lantaran maju di Pilpres 2014 lalu.

Eggi menegaskan sikapnya terhadap Anies disampaikan atas nama pribadi, bukan PA 212. Namun demikian, ia berharap anggota PA 212 mempunyai sudut pandang yang sama dengan dirinya.

"Kalau anak buah saya masih dengar saya, ya, ngapain pilih ini orang munafik. Kita lawan saja, kita jadi oposisi saja," kata Eggi.

Nama Anies kembali santer dikaitkan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman juga menilai Anies lebih pantas disodorkan menjadi capres dibandingkan cawapres karena jabatan Gubernur DKI Jakarta yang diemban saat ini sudah strategis di skala nasional. 

Sohibul menganggap Anies layak `menyeberang` dari Balai Kota ke Istana.

"Gubernur itu hitungan kami dalam politik Indonesia DKI 1 sama dengan RI 3, bahkan sama dengan RI 2, jadi posisinya sudah strategis," kata Sohibul ditemui di Gedung DPP PKS, Jakarta Selatan, Senin (9/7).

"Kalau Pak Anies harus ke nasional, saya katakan oke, tapi jangan cawapres. [Lebih baik] Capres," tegasnya.

Anies sendiri belum mau mengomentari kemungkinan dirinya maju di Pilpres 2019. Dia menyebut saat ini hanya fokus mengurus Jakarta.
 

(moy/sumber: cnnindomesia.com).