press enter to search

Kamis, 20/09/2018 23:55 WIB

Kemenangan Prancis, Didedikasikan Paul Pogba untuk Anak-Anak Thailand Terjebak di Gua

| Rabu, 11/07/2018 10:29 WIB
Kemenangan Prancis, Didedikasikan Paul Pogba untuk Anak-Anak Thailand Terjebak di Gua

MOSKOW (aksi.id) - Kisah keberanian 12 remaja pemain sepak bola Thailand dan seorang asisten pelatih bertahan hidup di dalam gua selama 18 hari menggugah pemain tim nasional Prancis, Paul Pogba.

Karena itu, Pogba mendedikasikan kemenangan 1-0 Prancis atas Belgia untuk para pemain klub sepak bola Wild Boars tersebut.

"Kemenangan ini ditujukan bagi para pahlawan hari ini. Selamat anak-anak, kalian sangat kuat," kata Pogba, dikutip dari AFP, Rabu (11/7/2018).

Mereka terjebak di perut gua yang gelap sedalam empat kilometer sejak 23 Juni dan ditemukan pada Senin (2/7) oleh penyelam Inggris. Para korban tak bisa langsung dibawa keluar karena kondisi gua yang banjir. Pada Minggu (8/7), penyelamatan tahap pertama dilakukan dan berhasil mengeluarkan empat korban.

Sehari kemudian, empat korban lain berhasil dikeluarkan, disusul gelombang terakhir empat lainnya dan seorang asisten pelatih.

Sementara itu, bos FIFA Gianni Infantino mengatakan, para korban tidak mungkin hadir di final Piala Dunia yang dihelat pada 15 Juli mendatang. Pekan lalu, Infantino menyampaikan undangan tersebut.

"Karena alasan medis, anak-anak itu tidak memungkinkan melakukan perjalanan ke Moskow," kata dia.

Prioritas FIFA fokus pada kesehatan para korban dan semua orang yang terlibat dalam operasi penyelematan itu. Namun Infantino tetap akan mengundang mereka di kesempatan acara FIFA lainnya.

"Kami akan mencari peluang baru mengundang anak-anak itu ke acara FIFA untuk berbagi dengan mereka momen perayaan," kata seorang juru bicara.

BERHASIL DIEVAKUASI

Sebelumnya diberirakan seluruh 12 remaja Thailand yang terjebak di gua bersama pelatihnya selama tiga pekan, berhasil keluar dengan selamat, Selasa (10/7).

Semuanya kini dirawat di Rumah Sakit Chiang Rai. Petugas kesehatan menyatakan mereka dalam kondisi sehat, tidak demam, secara mental fit dan bersemangat.

Beberapa di antara para remaja meminta roti berselai cokelat, yang tentu saja diberikan, kata Jedsada Chokedamrongsook, Sekretaris Tetap di Kementerian Kesehatan Thailand seperti dilansir CNN. 

Meski begitu, sebagian besar mereka menyantap makanan serupa susu yang kaya protein dan nutrisi.

Menurut Chokedamrongsook, kelompok pertama yang keluar dari gua berusia 14-16 tahun. Suhu badan mereka sangat rendah saat keluar, dan dua di antaranya diduga menderita radang paru-paru.

"Keluarga mereka baru dapat menemui lewat jendela kaca dan berbicara lewat telepon," kata Chokedamrongsook. 

Mereka baru diperbolehkan masuk ruangan jika para remaja tersebut terbukti telah bebas dari infeksi.

Kelompok kedua yang dibebaskan pada Senin (9/7), berusia 12 hingga 14. "Salah satu di antaranya detak jantungnya sangat lambat, tapi merespons pengobatan dengan baik," kata Chokedamrongsook.

Pihak rumah sakit telah mengirimkan sampel dari remaja itu ke laboratorium di Ibu Kota Bangkok. 

Tim medis kemungkinan akan mengamati gejala histoplasmosis atau `penyakit gua`. Yakni infeksi akibat bernafas di tengah spora jamur yang kerap ditemukan pada kotoran burung dan kelelawar dalam gua.

Para remaja Thailand yang terjebak di gua itu kemungkinan akan tinggal di rumah sakit selama sepekan, karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Keyword Paul Pogba