press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 03:58 WIB

Pengapalan 45.000 Domba Australia ke Kuwait Menuai Protes

| Rabu, 11/07/2018 21:31 WIB
Pengapalan 45.000 Domba Australia ke Kuwait Menuai Protes Kapal Al Shuwaikh berada di Fremantle, Australia, menunggu persetujuan untuk mengangkut 45.000 domba ke Kuwait. (ABC News: Dave Weber)

FREMANTLE (aksi.id) - Kelompok Animals Australia berencana untuk meminta pengadilan untuk menghentikan ekspor puluhan ribu domba ke Timur Tengah.

Kapal Al Shuwaikh berada di Fremantle, Australia Barat, menunggu persetujuan untuk mengangkut sekitar 45.000 domba ke Kuwait.

Pengiriman dalam jumlah yang lebih kecil ke Uni Emirat Arab diperkirakan akan menyusul.

Penasihat hukum kelompok Animals Australia, Shatha Hamade, mengatakan kesejahteraan domba sangat memprihatinkan.

"Kami cukup bingung.”

"Kami tidak yakin apa yang terjadi dan sayangnya kami harus mengambil langkah-langkah mendesak dan luar biasa ini, pada dasarnya, dengan meminta perintah (penghentian) jika sebenarnya izin diberikan.”

"Dan ini benar-benar tentang menegakkan hukum."

Organisasi perlindungan hewan tersebut mengatakan jika domba-domba itu dikirim dan izin diberikan, perintah penghentian akan diajukan dengan alasan hal itu melanggar hukum.

Kondisi yang berbeda

Dewan Eksportir Ternak Australia mengatakan, ada risiko panas yang lebih sedikit terhadap domba-domba yang dibawa ke Timur Tengah itu, karena cuacanya kering ketimbang lembab.

Sebuah anak perusahaan dari Emanuel Exports, EMS Exports, telah mengajukan permohonan untuk memulai pelayaran.

Tom Dawkins dari Dewan Eksportir Ternak Australia mengatakan bahwa hewan-hewan itu tidak boleh menderita.

"Kami tidak mengabaikan risiko apapun terkait pengiriman ke Kuwait dan UEA, tetapi panas yang lebih kering di sana menghadirkan serangkaian keadaan yang berbeda untuk beroperasi di dalam dan terlepas dari kelembaban itu - saya pikir, ada lebih sedikit risiko stres akibat panas."

Aksi protes

Sementara itu, para peternak dan pendukung kesejahteraan hewan telah bentrok di luar kantor Perth dari perusahaan ekspor ternak hidup yang dilanda skandal, Emanuel Exports.

Peternak asal York, Tony Robinson, mengemudi ke Perth untuk melawan protes itu dan mengatakan aplikasi izin EMS merupakan ujian penting bagi industri itu.

"Untuk setiap hal buruk yang anda dengar atau lihat dari perjalanan ini, ada banyak hal yang baik dan saya pikir Departemen Peternakan Federal harus tetap keluar dari politik dan pastikan itu bergerak dengan lancar," kata Robinson.

Sumber: abc.net.au