press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 04:14 WIB

TGB Termasuk 5 Nama Cawapres di Kantong Jokowi

| Kamis, 12/07/2018 11:47 WIB
TGB Termasuk 5 Nama Cawapres di Kantong Jokowi

JAKARTA (aksi.id) - Presiden Joko Widodo sudah menjaring lima sosok potensial menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya sebagai petahana pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Selain nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi juga masuk bursa cawapres Jokowi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Kepala Badan Intelejan Negara ( BIN) Budi Gunawan juga dikabarkan masuk daftar cawapres Jokowi. Namun, untuk saat ini, kans cawapres terkuat ada pada Mahfud MD. Sementara TGB sudah menunjukkan sikap politiknya dengan mendukung Jokowi dua periode.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP PDIP Ahmad Basarah mengakui TGB adalah salah satu kandidat yang namanya mengerucut dalam daftar lima besar bakal cawapres Jokowi.

Masuknya nama TGB akan memudahkan Jokowi dalam mencari calon pendampingnya karena memiliki banyak opsi sebelum finalisasi.

"Pada akhirnya nanti Pak Jokowi mendapat yang terbaik di antara yang terbaik yang sekarang muncul dalam sebagai calon wakil presiden," kata Basarah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

 

Menurut dia, saat ini sumber cawapres untuk Jokowi berasal dari tiga sumber. Yakni dari PDIP, partai pengusung Jokowi, dan luar partai politik.

"Jadi kalau kemudian muncul nama Mahfud MD, Din Syamsudin, kemudian Rizal Ramli dan tokoh lain seperti Moeldoko, Budi Gunawan, adalah calon-calon wakil presiden yang sumbernya dar luar PDIP dan luar (parpol) pengusung Jokowi," katanya.

Sementara Lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei cawapres yang dianggap layak mendampingi Jokowi.

Berdasarkan hasil survei, ditambah penilaian 30 ahli yang mewakili Indonesia bagian barat, tengah, dan timur, LSI menyebut cawapres Jokowi mengerucut pada lima nama.

Lima tokoh itu adalah Airlangga Hartarto (Menteri Perindustrian), Mahfud MD, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Moeldoko, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Selain nama tersebut, LSI juga membagi cawapres ideal Jokowi dalam empat kategori, salah satunya dukungan kuat dari parlemen.

Airlangga Hartarto menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35,7 persen. Disusul Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar 21,5 persen, dan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy 16 persen.

KARIER POLITIK

Sebelumnya pengamat politik sekaligus Direktur Populi Center, Usep S Ahyar mengatakan, TGB juga memiliki hasrat menduduki jabatan lebih tinggi setelah menjabat Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB). Sementara, peluangnya dari Partai Demokrat untuk meraih posisi tersebut sangat sulit.

"Dalam konteks politik apa saja bisa terjadi (politik dua kaki) tapi saya melihat ini strateginya TGB pribadi," ujar Usep dalam perbincangannya dengan iNews.id melalui telepon, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, Partai Demokrat saat ini lebih memprioritaskan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi calon wakil presiden (cawapres). Maka itu, TGB melihat bersama Jokowi lebih memiliki peluang besar untuk mencapai jabatan yang diinginkan.

"Mungkin ini langkah strategis TGB untuk mencari jalan keluar," ucapnya.

Dia menuturkan, selama ini TGB juga sudah menunjukkan sikap protes terhadap Partai Demokrat. Salah satunya sebagai fungsionaris Partai Demokrat dia tidak menghadiri rapat yang digelar partai.

 

"Dia kan sudah keliling kemana-mana, pendukungnya sudah ada, tanda yang dilemparkan TGB itu sudah banyak tapi tak kunjung ditangkap oleh Partai Demokrat yang tetap mengusung keluarganya," ucapnya.

Dia mengingatkan, langkah mendadak TGB mendukung Jokowi bukan tanpa risiko. Salah satunya, TGB mendapat cercaan dari publik, bahkan dari temannya sendiri.

"Banyak orang terus membullynya, yang tadi teman sekarang lawan. Itu kan biasa saja bahwa sikap politik akan mengandung risiko," katanya.

(ani/sumber: inews.id).

Keyword TGB Cawapres