press enter to search

Selasa, 16/10/2018 23:04 WIB

Polda Metro: Penjahat Lebih Sadis & Berani

| Jum'at, 20/07/2018 01:43 WIB
Polda Metro: Penjahat Lebih Sadis & Berani

JAKARTA (aksi.id) - Kepolisian menyatakan kejahatan jalanan di Iwilayah hukim Polda Metro Jaya saat ini sudah mengalami perubahan pola beraksi. Kini, mereka lebih sadis dan berani.

Namun, fenomena yang terjadi saat ini justru korban perampokan akan dilukai terlebih dahulu sebelum barang-barang berharganya diambil.

"Dulu, misalkan serahkan handphone, (diberikan) sudah begitu saja. Bukan dibacok dulu, ditembak dulu, baru diambil, tidak seperti itu," katanya.

Kebutuhan merampok zaman dulu pun jauh berbeda dengan sekarang. Argo menjelaskan, dahulu perampokan dilakukan memang karena faktor ekonomi yang kurang, sehingga dapat untuk memenuhi biaya hidup.

"Dulu sebagian orang merampok, mengambil barang (orang lain) untuk makan, untuk hidup, bukan untuk bunuh untuk bacok. Sekarang berbeda," ucapnya.

Perubahan pola merampok tersebut, dikatakan Argo, karena dipengaruhi oleh penggunaan narkotika. Hal tersebut diketahui usai dilakukan tes urine kepada para pelaku saat ditangkap.

Tidak hanya narkotika, tetapi pengaruh minuman keras pun memengaruhi cara para pelaku merampok dengan kekerasan.

"Lima tahun sekarang ini berubah, karena narkoba. Kami selalu tes urine, hasilnya (positif) narkotika dan miras," kata Argo.

Sejumlah kasus perampokan dengan kekerasan hingga mengakibatkan tewas korban memang telah terjadi belakangan. Kasus tersebut di antaranya kasus jambret di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh S kepada korbannya W yang merupakan penumpang ojek online pun berujung dengan tewasnya W karena terjatuh dari motor.

Selain itu, kasus perampokan juga terjadi di Cipondoh, Tangerang. Dua pelaku perampokan menembak seorang perempuan hingga tewas saat ingin mengambil motor korban di lokasi tersebut. (viva).