press enter to search

Rabu, 14/11/2018 03:24 WIB

Mulai Hari Ini, KPU Buka Pendaftaran Calon Presiden, Ayo Buruan Daftar!

| Sabtu, 04/08/2018 08:03 WIB
Mulai Hari Ini, KPU Buka Pendaftaran Calon Presiden, Ayo Buruan Daftar!

JAKARTA (aksi.id) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi membuka masa pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden untuk Pilpres 2019 pada Sabtu (4/8/2018).

Berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, masa pendaftaran akan berlangsung selama 7 hari, yaitu 4-10 Agustus 2018.

Pada 4-9 Agustus, KPU membuka waktu pendaftaran sejak pukul 08.00-16.00 WIB. Khusus 10 Agustus atau hari terakhir, KPU membuka pendaftaran lebih lama dari pukul 08.00-24.00 WIB.


Mekanisme pendaftaran pasangan calon itu diatur dalam Pasal 12 (4) butir a dan b PKPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Verifikasi dan Tes Kesehatan

Selain membuka pendaftaran, KPU juga sudah mengagendakan jadwal cek kesehatan bagi bakal pasangan capres-cawapres.

Untuk pemeriksaan kesehatan bakal calon, dimulai pada 5-13 Agustus atau berjalan paralel dengan masa pendaftaran.

Setelah masa pendaftaran, KPU akan melakukan verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif pada 11-14 Agustus.

KPU melakukan pemberitahuan tertulis hasil verifikasi dokumen pada 15-17 Agustus, dan memberi kesempatan perbaikan dokumen persyaratan administratif oleh bakal pasangan calon pada 18-20 Agustus.

Bakal pasangan calon menyerahkan perbaikan dokumen persyaratan administratif pada 20-22 Agustus dan langsung diverifikasi KPU pada periode tanggal yang sama. 

Lalu, KPU memberi pemberitahuan tertulis hasil verifikasi dokumen perbaikan persyaratan administratif pada 25-27 Agustus.

Calon Pengganti

KPU membuka kesempatan partai atau gabungan partai politik untuk mengusulkan bakal pasangan calon pengganti jika usulannya tidak memenuhi syarat pada 28 Agustus sampai 10 September.

Jika diajukan, maka KPU akan kembali melakukan verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan bakal calon pengganti pada 11-14 September.

KPU kemudian mengumumkan hasil verifikasi dokumen persyaratan administratif pada 15-19 September.

Penetapan dan Nomor Urut

Sebelum penetapan, masyarakat dapat memberi masukan dan tanggapan kepada bakal pasangan calon yang diusung partai atau gabungan partai politik.

"Tanggapan masyarakat dapat disampaikan kepada KPU sejak pengumuman dokumen pendaftaran bakal pasangan calon pada laman KPU dan atau media sampai dengan masa verifikasi," demikian dikutip Pasal 42 Ayat (2) PKPU Nomor 22 Tahun 2018.

Tanggapan masyarakat dibuat secara tertulis dan KPU akan menindaklanjuti dengan mengklarifikasi pada pihak-pihak terkait.

Setelah fase pendaftaran dan masa verifikasi selesai, KPU melakukan penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta pilpres 2019 pada 20 September.

Usai diumumkan, keesokan harinya KPU akan mengundi sekaligus menetapkan nomor urut pasangan calon pada 21 September.

Dua hari kemudian, pada 23 September, KPU resmi memulai masa kampanye serentak bagi para calon anggota DPR, DPD, DPRD sekaligus calon presiden dan wakil presiden.

Perpanjang

Pihak KPU bakal memperpanjang masa pendaftaran hingga 14 hari jika hanya ada satu pasangan calon presiden-wakil presiden yang mendaftar pada 4-10 Agustus. 

Mekanisme tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

KPU membuka masa pendaftaran pertama selama 7 hari, yakni pada 4-10 Agustus. Partai politik atau gabungan partai politik mendaftarkan capres-cawapres ke KPU sekaligus menyerahkan berbagai berkas termasuk visi dan misi capres-cawapres. Syarat-syarat itu diatur Pasal 8 dan 10 dalam PKPU Nomor 22 tahun 2018.

Pada 4-9 Agustus, KPU membuka waktu pendaftaran sejak pukul 08.00 - 16.00 WIB. Di hari terakhir, 10 Agustus, KPU membuka pendaftaran pada pukul 08.00-24.00 WIB. Hal itu pun tertuang dalam Pasal (4) butir a dan b PKPU No 22 tahun 2018.

KPU bakal menolak pendaftaran jika satu pasangan calon diajukan oleh gabungan dari seluruh partai politik peserta pemilu. 

Penyelenggara pemilu juga akan menolak apabila satu pasangan calon diajukan oleh gabungan partai politik yang mengakibatkan gabungan partai politik lainnya tidak dapat mendaftarkan pasangan calon. Mekanisme tersebut termaktub dalam Pasal 15 butir a dan b.

Kemudian, KPU akan memperpanjang masa pendaftaran jika terjadi tiga hal. Salah satunya adalah ketika hanya ada satu pasangan calon yang diterima pendaftarannya atau paslon tunggal.

Jika kemungkinan itu terjadi, KPU akan memberlakukan perpanjangan masa pendaftaran selama 7 hari. Hal itu tertulis dalam Pasal 16 Ayat (3) PKPU Nomor 22 tahun 2018 sebagai berikut.

"KPU melakukan perpanjangan pendaftaran pertama selama 7 (tujuh) hari," demikian bunyi Pasal 16 Ayat (3) dalam PKPU Nomor 22/2018.

Apabila tidak ada perubahan, atau tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar, KPU akan kembali memperpanjang masa pendaftaran selama 7 hari. Hal itu tertuang dalam Pasal 16 Ayat (4).

"Dalam hal setelah dilakukan perpanjangan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (3), masih terdapat kondisi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), KPU melakukan perpanjangan pendaftaran kedua selama 7 (tujuh) hari," tulis Pasal 16 Ayat (4).