press enter to search

Selasa, 25/09/2018 12:14 WIB

Ini Dia Sosok Imam di Bali yang Tetap Khusyu Shalat Saat Digoyang Gempa

| Selasa, 07/08/2018 00:27 WIB

DENPASAR (aksi.id) - Sosok imam shalat di Bali yang tetap khusyuk saat gempa 7 SR mengguncang pada Minggu (05/08) malam banjir pujian di media sosial. Siapakah beliau?

Video yang viral itu berasal dari live Facebook di akun ‘Musholla As-Syuhada Blk’.

Di akhir ayat bacaannya itu, tampak masjid mulai bergoyang yang ditandai dengan para jamaah mulai bergoyang.

Goyangan terlihat semakin kencang, dan beberapa makmumnya berlarian ke luar untuk menyelamatkan diri.

Namun Imam masjid itu tampak masih terus melanjutkan shalat dan bacaan surat Al Fatihah.

Kemudian terlihat beberapa makmum masih ada yang mengikutinya dan mengucapkan Aamiin.

Goncangan pun terlihat makin kencang, bahkan membuat Imam masjid tersebut harus meletakkan tangan kirinya untuk berpegangan ke tembok.

Melihat imam masjid yang masih berdiri melanjutkan shalat, terlihat beberapa makmum yang berdiri di belakangnya itu maju ke depan menemani sang imam.

Imam masjid itu melanjutkan shalatnya dengan mambaca ayat kursi.

Bahkan gempa tersebut tampak masih terus terjadi saat Imam masjid membacakan surat pendek dalam shalatnya tersebut.

MENANGIS

Ustadz Yusuf Mansur mengaku menangis karena melihat keteguhan hati imam masjid tersebut.

Padahal kata dia, sang imam seharusnya boleh meninggalkan shalatnya saat gempa terjadi.

Tapi, imam itu lebih memilih melanjutkan shalatnya dan tidak meninggalkan makmumnya yang masih juga melanjutkan shalat.

Menurut Ustaz Yusuf Mansur, kebanyakan orang malah lebih sering bergeming dengan panggilan azan, dan malah fokus bekerja dan beraktifitas lainnya.

"Yaaa Allah... Nangis nih saya...

Yaaa Allah. Yaaa Allah. Yaa Allah. Kasih iman sebesar imam ini yaaa Allah. Bahkan lbh besar lagi.

Beliau, imam asy syuhada Bali. Ga bergeming walo boleh meninggalkan shalat saat gempa.

Mksh yaa Allah. Kami bertaubat. Kami justru lbh sering ga bergeming dg Panggilan Azan-Mu. Cuek. Ga perduli. Tetap aja kerja, bisnis, beraktifitas. Yaaa Allah.

Muliakan imam ini dan jamaah sana. Dan bantu kwn2 dan sdr2 kami di lokasi2 bencana. Selamatkan kami. Ampuni kami. Tolong kami," tulisnya

Takmir Musala As-Syuhada adalah salah satu makmum ketika salat tersebut. Dia mengungkap sosok imam itu.

“Namanya Arafat. Dia kadang-kadang datang, kadang-kadang tidak. Dia lagi liburan saja,” ucap takmir Musala As-Syuhada ini saat dihubungi, Senin (6/8). Takmir ini meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dia sempat berbincang dengan Arafat usai salat selesai. Dari ucapannya, ia meyakini iman Arafat sangat kuat hingga tetap khusyuk memimpin shalat ketika gempa.

“Saya percaya imannya sangat kuat,” ujarnya.

Saat gempa mengguncang, imam shalat sempat melafalkan ayat kursi. Kepada si takmir musala, Arafat mengaku ayat kursi itu langsung begitu saja terucap. 

“Saya sempat mengobrol juga. Imannya dia sangat kuat. Dia bilang ‘semua itu karena Allah. Gempa itu Allah yang ciptakan. Jadi kalau kita baca ayat kursi, itu kan ayatnya tentang keagungan Allah, sifat-sifat Allah’. Dia baca ayat kursi itu tidak berpikir, setelah ‘amin’ selesai lalu di mulutnya itu langsung ayat kursi,” ceritanya.

Dia mengatakan Arafat tidak berkenan diwawancara. Imam shalat tersebut tak ingin niat ibadahnya berubah jadi riya’. 

(della/sumber: detik.com).