press enter to search

Senin, 10/12/2018 07:56 WIB

Pramono Anung & Hasto Kasih Sinyal PAN akan Dukung Jokowi

| Selasa, 07/08/2018 21:32 WIB
Pramono Anung & Hasto Kasih Sinyal PAN akan Dukung Jokowi

JAKARTA (aksi.id) - Istana memberi sinyal jika Partai Amanat Nasional (PAN) akan bergabung dengan koalisi pendukung petahana Presiden Joko Widodo untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan jumlah akhir partai pendukung yang akan bertambah itu bakal diketahui saat Jokowi mengundang seluruh Ketua Umum partai koalisi pada Kamis atau Jumat mendatang.

"Lihat nanti pada saatnya yang tanda tangan pencalonan presiden dan wakil presiden apakah jumlah partai pendukungnya sembilan atau sepuluh," ucap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (7/8).

Kendati demikian, Pramono tak mau menanggapi jika nasib PAN untuk mendukung koalisi Jokowi kerap disebut terhambat karena belum bertemunya Presiden dengan Amien Rais, pendiri PAN.

"Pokoknya lihat saja nanti sembilan atau sepuluh partai," tuturnya.

Sembilan partai saat ini, klaim Pramono, sudah solid mendukung Jokowi. Mereka ialah PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Hanura, Nasdem, PPP, PSI, Perindo, dan PKPI. Hal itu disampaikan sekaligus menampik kabar bakal keluarnya anggota koalisi dan bergabung dengan partai di luar pendukung Presiden Jokowi.

Ia pun enggan ketika dikonfirmasi nasib Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur apabila PAN akhirnya tetap tak bergabung koalisi.

"Itu kan kalau," jawabnya singkat.

KOMENTAR PDIP

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberi sinyal akan ada partai ke-10 atau tambahan satu partai politik yang bakal mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada pilpres 2019. Saat ini tercatat ada sembilan partai politik yang menjadi pengusung Jokowi. 

Hal ini terlontar dari mulut Hasto sebelum melakukan pertemuan tertutup sembilan partai politik dengan KPU. Sembilan partai pendukung Jokowi, yakni PDIP, Golkar, PSI, NasDem, PKB, Hanura, Perindo, PKPI, dan PPP. 

"Insya Allah kata teman-teman sekjen bisa jadi 10, kira-kira seperti itu," kata Hasto di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (7/8). 

Saat dikonfirmasi usai pertemuan, Hasto menjelaskan bahwa dia mendapat informasi terkait hal tersebut. Namun, menurutnya kepemimpinan Jokowi merangkul semua pihak. 

"Sehingga mereka-mereka yang tentu saja menyatakan mendukung Pak Jokowi ya kita menerima itu. Tapi sepenuhnya kami serahkan kepada bapak Jokowi. Sembilan itu cukup kalau ada tambahan itu memperkuat," kata Hasto. 

Meski demikian, Hasto enggan mengkonfirmasi satu partai yang akan bergabung mendukung Jokowi, baik itu ketika disebutkan PAN maupun PKS. 

"Seluruh koalisi kami serahkan sepenuhnya kepada bapak Jokowi," ujarnya. 

Terpisah, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menjelaskan komunikasi dengan partai politik yang belum mendukung Jokowi yaitu PAN, PKS, PBB masih berjalan. 

"Komunikasi masih berjalan, bisa tetap, bisa bertambah, kalau bisa jangan berkurang," kata Arsul.

Arsul mengklaim komunikasi yang dibangun ketiga partai itu dilakukan secara intensif. Hal ini menandakan sembilan parpol koalisi pendukung Jokowi tidak menutup pintu. 

Menurut Arsul, dengan bertambahnya jumlah pendukung Jokowi, tidak akan mengubah konfigurasi maupun soliditas sembilan parpol saat ini. Sebab sembilan parpol diklaim tidak melakukan pembahasan pembagian kekuasaan (power sharing). 

"Logikanya konfigurasi akan berubah kalau yang sudah ada, sudah melakukan power sharing dengan Jokowi karena kita enggak ada itu," kata Arsul.

Namun, kata Arsul, kalau misalnya ada partai baru masuk kemudian menuntut lebih banyak, PPP menyatakan keberatan.

"Saya baru mau masuk kalau saya dapat portofolio sekian-sekian, nah itu yang kami keberatan," katanya.