press enter to search

Sabtu, 20/10/2018 01:00 WIB

Kalah di WTO, Indonesia Terancam Bayar Ganti Rugi Rp5,04 Triliun ke AS

Redaksi | Rabu, 08/08/2018 11:51 WIB
Kalah di WTO, Indonesia Terancam Bayar Ganti Rugi Rp5,04 Triliun ke AS Presiden Amerika Serikat Donald Trump

JAKARTA (aksi.id) - Pemerintah Indonesia terancam membayar ganti rugi sebesar 35 Juta dolar AS atau setara dengan Rp5,04 triliun kepada pemerintah Amerika Serikat (AS).

Uang sebesar itu merupakan sanksi dagang yang disiapkan oleh pemerintahan Donald Trump setelah AS memenangkan gugatan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), atas pembatasan impor produk-produk pertanian dan peternakan asal AS yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump menggugat Indonesia ke WTO, karena produk makanan, pertanian dan peternakan mereka dibatasi masuk ke Indonesia. Nilai gugatan tersebut merujuk pada total kehilangan pendapatan yang diterima industri di AS sebesar 350 juta dolar AS pada tahun 2017.

Dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Selasa (7/8), AS dan Selandia Baru memenangkan gugatan di WTO yang telah bergulir sejak 2015. Indonesia sempat banding atas putusan yang memenangkan AS dan Selandia Baru, namun kembali dinyatakan kalah pada akhir 2017 lalu.

AS dan Selandia Baru merasa dirugikan karena Indonesia membatasi impor untuk produk makanan, pertanian dan peternakan seperti apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam dan daging.
Indonesia Akan Ajukan Banding Lagi

Dokumen gugatan AS yang dikutip SCMP menyebut, Indonesia gagal membuktikan pembelaan yang memadai, sehingga Washington akan menjatuhkan sanksi ke Indonesia sebagai kompensasi atas kehilangan potensi pendapatan dari ekspor produk pertanian dan peternakan.

"Berdasarkan kajian awal terhadap data produk yang tersedia, nilai kerugian mencapai USD 350 juta di tahun 2017," tulis laporan Pemerintah AS seperti dikutip SCMP.

"AS akan terus memperbaharui laporan secara berkala karena ekonomi Indonesia terus akan tumbuh," lanjutnya.

Meski AS memenangi gugatan di WTO, proses pengenaan sanksi dagang ini diproyeksi akan memakan waktu cukup lama karena Indonesia akan mengajukan banding kembali.

Berbeda dengan AS, Selandia Baru belum memunculkan tanda-tanda untuk mengajukan klaim ganti-rugi kepada Indonesia, meskipun gugatannya menang di WTO. Padahal, industri peternakan hingga pertanian di Selandia Baru mengalami kehilangan pendapatan lebih besar dari AS, yakni senilai USD 673 juta. (aliy/sumber: kumparan)