press enter to search

Jum'at, 17/08/2018 23:34 WIB

PM Kanada Justin Trudeau Tolak Minta Maaf ke Arab Saudi

| Kamis, 09/08/2018 19:06 WIB
PM Kanada Justin Trudeau Tolak Minta Maaf ke Arab Saudi Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau

TRENTON (aksi.id) - Kanada tidak akan meminta maaf karena mengkritik Kerajaan Arab Saudi yang memenjarakan aktivis HAM, kata Perdana Menteri Justin Trudeau pada Rabu.

"Warga Kanada berharap pemerintahannya selalu berpendirian kuat, tegas dan sopan tentang perlunya menghormati hak asasi manusia di seluruh dunia," ujar dia, saat berbicara kepada wartawan di Montreal. "Kami akan terus membela nilai-nilai Kanada dan HAM. Ini adalah sesuatu yang selalu saya lakukan."

Trudeau juga berkata bahwa Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland telah melakukan dialog panjang dengan sejawatnya dari Saudi pada Selasa, namun Trudeau menolak membeberkan detail percakapan itu.

Dialog tersebut kemungkinan membahas reaksi keras yang muncul setelah Kementerian Urusan Luar Negeri Kanada mencuit pada Jumat bahwa Arab Saudi harus "segera melepaskan" dua aktivis HAM wanita dan aktivis-aktivis lain yang melakukan protes "damai" dan saat ini ditahan di penjara Kerajaan.

Trudeau menambahkan dialog dengan Saudi ini masih berlangsung.

"Pembicaraan diplomatik terus berlanjut," ungkap Trudeau, "tapi seperti yang dikatakan Menteri [Freeland], dan saya ulangi, Kanada akan terus berbicara dengan kuat dan jelas, secara privat maupun publik, bila berhubungan dengan hak asasi manusia."

Arab Saudi berkata Kanada tidak berhak mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan dan menuntut permintaan maaf.

Sejak kritik yang disuarakan oleh Kementerian Luar Negeri, Saudi telah menarik duta besarnya di Kanada, mengusir duta besar Kanada dari Kerajaan, membekukan transaksi perdagangan baru, memerintahkan 16.000 mahasiswa Saudi untuk keluar dari sekolah-sekolah Kanada, menyuruh pasien Saudi keluar dari rumah sakit Kanada, menghentikan impor gandum dan barley, dan menjual aset-aset Kanadanya. Saudi juga membatalkan penerbangan di antara kedua negara.

Para analis berkata tindakan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi negara-negara lain, bahwa ada konsekuensi berat yang akan dihadapi bila ada yang berani turut campur dengan urusan domestik Saudi. Diperkirakan, ini juga yang menjadi alasan mengapa sekutu-sekutu dekat Kanada -- seperti AS dan Inggris -- sejauh ini masih menolak untuk menyatakan dukungan kepada Kanada.

Ini juga menyulut twit kecaman dari mantan perdana menteri Ontario dan anggota parlemen Bob Rae pada Selasa.

"Inggris dan pengikut Trump mencari perlindungan dan berkata `kami berteman dengan Saudi dan Kanada` -- terima kasih atas dukungan kalian untuk hak asasi manusia, dan kami pasti akan mengingat ini. Reaksi Saudi sangat berlebihan."

Saudi adalah negara pembeli peralatan militer terbesar di dunia, dengan beberapa negara Barat sebagai pemasoknya, termasuk Amerika Serikat, Britania Raya, dan ironisnya, Kanada.

Sumber:Anadolu Agency