press enter to search

Jum'at, 17/08/2018 23:33 WIB

Trier Kota Kelahiran Karl Marx di Jerman yang Popular di China

| Sabtu, 11/08/2018 07:15 WIB
Trier Kota Kelahiran Karl Marx di Jerman yang Popular di China Trier, kota di Jerman, menyambut sekitar 150.000 turis Cina setiap tahun, lebih dari kota lain di Jerman.

TRIER (aksi.id).- Kota Trier adalah tempat reruntuhan bangunan peninggalan Romawi, tetapi bagi 150.000 pengunjung tahunan dari China, daya tarik sesungguhnya dari kota itu adalah sosok Karl Marx.

Sangatlah mudah dipahami mengapa kota tertua di Jerman itu menarik begitu banyak turis.

Bagaimana pun, Trier, yang dahulu merupakan ibu kota Kekaisaran Romawi, adalah tempat reruntuhan Romawi terbanyak di luar kota Roma, sementara kebun anggur di sekitarnya menghasilkan sebagian anggur terbaik di negara itu.

Tetapi bagi sekitar 150.000 orang warga negara China yang berkunjung setiap tahun, lebih dari pada tempat tujuan lain di Jerman, warisan Trier sebagai tempat kelahiran Karl Marx adalah daya tarik utama.

Terkenal sebagai bapak sosialisme, Marx percaya bahwa pertentangan antara kelas penguasa dan kelas tertindas didorong oleh kepemilikan pribadi atas barang dan jasa, yang merupakan dasar kapitalisme.

Dia berpendapat memindahkan pengaturan barang dan jasa dari individu kepada negara akan membebaskan masyarakat dari penindasan klas.

Karya-karya Marx merupakan ideologi pembimbing bagi Republik Rakyat China, dan dia dianggap oleh banyak orang Cina sebagai pahlawan.

Tidak lama berselang, Presiden Xi Jinping menyatakan: "Jika kita menyimpang dari atau meninggalkan Marxisme, partai kita akan kehilangan jiwa dan arahnya."

Popularitas Trier dengan pelancong China telah menjadi daya tarik bagi para pedagang di kota, yang toko-tokonya dipenuhi dengan berbagai memorabilia, mulai dari pemotong kue berbentuk Marx hingga celengan yang berbentuk seperti kepalanya.

Banyak pedagang eceran yang mendaftar ikut pelatihan tata krama yang ditawarkan oleh Kamar Dagang dan Industri Trier, di mana mereka disarankan untuk tidak membungkus suvenir dengan kertas putih, warna jubah pemakaman di China, dan untuk menghindari petunjuk ke nomor 250, istilah slang dalam bahasa China yang berarti `bodoh`.

Untuk menghormati ulang tahun Marx yang ke 200 pada tahun 2018, uang kertas Euro yang bernilai nol dihiasi dengan wajah filsuf yang dicetak dalam jumlah ribuan, dan tersedia untuk dibeli sebagai oleh-oleh.

Tetapi berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara-negara komunis, termasuk China, telah menempatkan Marx sebagai tokoh kontroversial.

Di Jerman, dia dicerca oleh banyak orang, terutama penduduk bekas Jerman Timur yang pernah dikuasai kekuasaan Komunis.

 

TrierHak atas foto THOMAS LOHNES/GETTY IMAGES
Pemerintah China mempersembahkan patung Karl Marx untuk Trier sebagai penghormatan atas hari ulang tahun yang ke 200 filsuf itu.

Alexander Schumitz, yang mengepalai usaha pemasaran badan pariwisata Trier mengakui keputusan untuk menerima status kota sebagai tempat kelahiran Marx baru terjadi belakangan.

"Banyak orang yang setuju bahwa Marx adalah filsuf yang penting," katanya pada saya.

"Dia tidak bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuat orang-orang terhadap gagasannya. Memang benar bahwa Trier telah mengabaikan Marx selama hampir 200 tahun, tetapi setelah jatuhnya Tembok Berlin, sebagian besar warga menerima Marx sebagai putera kota yang terkenal."

Ketika pemerintah Cina mengumumkan niatnya untuk mempersembahkan patung Marx kepada Trier untuk menghormati 200 tahun kelahiran Marx, kota itu menerima, tetapi seorang perwakilan kota yang dikirim ke Cina mendapat perlakuan kurang nyaman karena ada bujukan agar sang seniman mengecilkan ukuran patung.

Mereka melakukannya setelah mendapat saran agar membuat patung dengan tinggi 5,5 meter termasuk dasarnya (aslinya patung itu berukuran 6,4 meter), dan menyetujui karena sama dengan tanggal lahir Marx: 5 Mei 1818.

TrierHak atas fotoTHOMAS LOHNES/GETTY IMAGES
Image captionPemerintah Cina mempersembahkan patung Karl Marx untuk Trier sebagai penghormatan atas hari ulang tahun yang ke 200 filsuf itu.

Patung baru ini merupakan salah satu dari beberapa hal yang harus dilihat bagi siapa saja yang merogoh kocek untuk plesiran ke kota Trier, yang hanya berjarak sekitar 20 menit dari perbatasan Jerman-Luxemburg, dan mengunjungi patung Marx.

Lainnya adalah lampu pengatur lalu lintas di ujung Fleischstraße, di tengah kota, yang menampilkan karikatur Marx dalam warna merah dan hijau.

Beberapa museum telah meluncurkan pameran sementara untuk menandai perayaan ulang tahun, meskipun demikian, Karl Marx House, sebuah museum kecil di Brückenstraße, yang menarik lebih banyak pengunjung. Itu adalah tempat dia dilahirkan.

Museum itu memiliki patung dada Marx yang terkenal, yang dipahat oleh cicitnya. Di tempat lain ada edisi perdana Das Kapital yang langka, karya Marx yang sangat berpengaruh, dan sebuah foto Hua Guofeng, pengganti Pemimpin Mao, sedang mengunjungi museum.

Di luar, sebuah taman penuh dengan bunga yang bermekaran yang pernah mengingatkan Marx akan tempat-tempat favoritnya, termasuk Hampstead Heath di London.

 

TrierHak atas foto THOMAS LOHNES/GETTY IMAGES
Lampu pengatur lalu lintas di pusat kota Trier menggambarkan karikatur Karl Marx.

 

Meskipun beberapa pameran tidak lama lagi akan berakhir, tetapi itu tidak berarti daya tarik kota itu berakhir.

Pihak pemerintah kota terus berusaha meningkatkan jumlah turis ke Trier, kali ini berencana menggelar acara lainnya pada 2020 yaitu saat menandai ulang tahun ke 200, hari kelahiran Friedrich Engels, sahabat Marx yang membantu menyelesaikan buku Das Kapital, sekaligus ikut menuliskan Manifesto Komunis bersama Marx.

Marx akan selalu menjadi tokoh yang bersifat memecah belah, tetapi keputusan untuk mengakuinya sebagai tokoh penting sebuahkota, seperti yang dikatakan Schumitz, tidaklah sulit.

"Dia adalah salah satu filsuf terpenting di abad ke-19," katanya. "Teori-teorinya masih dibahas hari ini, dan masih memengaruhi politik saat ini. Dan dia penting bagi kota karena ide-idenya berdasarkan pengalaman yang diperolehnya di Trier."