press enter to search

Senin, 10/12/2018 07:36 WIB

Angin Kencang Paksa Penerbangan Ditunda di Bandara Hobart Tasmania

| Sabtu, 11/08/2018 07:39 WIB
Angin Kencang Paksa Penerbangan Ditunda di Bandara Hobart Tasmania Pelangi di Bandara Hobart. Foto: Stuart Rutherford

TASMANIA (aksi.id) - Angin kencang yang menyerang negara bagian Tasmania, Australia, menyebabkan penundaan penerbangan di Bandara Hobart.

Seorang juru bicara bandara mengatakan, kecepatan angin menimbulkan kondisi tak aman bagi para pekerja untuk mengatur bagasi dan bagi penumpang untuk berjalan melintasi landasan.

Para penumpang dari, setidaknya, satu penerbangan dilaporkan diminta bertahan di landasan setelah tiba di Hobart.

Situs bandara mengalami masalah dengan informasi penerbangan dan penumpang disarankan untuk memantau status penerbangan mereka dengan maskapai penerbangan mereka.

Penduduk di selatan negara bagian ini telah melaporkan pohon-pohon tumbang dan atap rumah tertiup angin.

Angin telah melampaui 100 kilometer per jam di daerah Hobart, dan prakirawan cuaca di Biro Meteorologi setempat, Luke Johnston, mengatakan cuaca seperti ini berlanjut hingga sore hari waktu setempat.

"Tepat setelah pukul 1 siang, kami mengalami hembusan angin 102 km per jam di kota Hobart," katanya.

"Perlu diperhatikan juga kecepatan angin yang berkelanjutan sudah cukup tinggi sekitaran waktu ini, dan kami berharap beberapa jam berikutnya akan sangat serupa."

Embusan angin di atas wilayah kunanyi/Mt Wellington tercatat di kecepatan 107 km/jam, dengan 106 km/jam berhembus di wilayah Mount Read dan 102 km/jam di wilayah Scott`s Peak.

Wilayah Strahan juga mengalami kecepatan angin di atas 100 km/jam.

Muncul keajaiban

Penundaan di bandara terjadi akibta beberapa kerusakan properti di pinggiran selatan Hobart.

Warga di wilayah Coningham, Rosemary Chalke, mengatakan ia "merasa sangat beruntung" setelah atap tetangga jatuh ke kebunnya.

"Saya melihat atap tergantung di balkon kami, dan saya pikir itu adalah atap kami sendiri. Suami saya berada di luar pada saat itu, jadi sungguh mukjizat ia tidak terluka."

Chalke mengatakan ia dan keluarganya harus berlindung di ruang belakang untuk menghindari logam menembus pintu kaca mereka.

"Beberapa tetangga lain datang dengan sangat cepat dan memeringatkan kami untuk pergi ke kamar belakang kami di lantai bawah sehingga kami tak jadi korban jika angin bertiup kencang."

Peringatan untuk tinggal dalam ruangan

Layanan darurat telah mendesak warga untuk tetap berada di dalam bangunan.

Manajer Regional dari Layanan Darurat Negara Bagian (SES) untuk Wilayah Selatan, Mark Dance, mengatakan mereka memperkirakan untuk menerima lebih banyak panggilan saat masuk sore hari

"Angin diperkirakan tenang pada sore hari, jadi saya pikir waktu penting berikutnya akan terjadi dalam beberapa jam ke depan sementara hembusan angin masih berlangsung sepanjang sore," katanya.

"Di saat-saat terakhir, kami sudah memiliki tiga pekerjaan dan dalam beberapa jam berikutnya, jika angin terus seperti ini, saya memperkirakan ada beberapa pekerjaan lagi.”

Angin diperkirakan menimbulkan gelombang pasang di tenggara Tasmania antara pukul 6:00 dan 7:00 sore.

Daerah dataran rendah seperti Lauderdale dan Huonville mungkin mengalami banjir air laut (banjir rob) dan air tumpah ke jalanan.

(bulan/sumber: abc.net.au)