press enter to search

Jum'at, 17/08/2018 23:33 WIB

Pelindo III Raih Laba Rp1,8 Triliun Januari-Juli 2018

| Sabtu, 11/08/2018 09:43 WIB
Pelindo III Raih Laba Rp1,8 Triliun Januari-Juli 2018 Menteri Kemaritiman Luhut B Pandjaitan kunjungi Pelabuhan Benoa, salah unit bisnis PT Pelabuhan Indonesia III.

SURABAYA (aksi.id) - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  III meraih laba Rp1,8 triliun sepanjang Januari-Juli 2018.

Torehan laba tersebut naik 64 persen jika dibandingkan dengan periode Januari-Juli 2017 yang hanya Rp1,1 triliun.

Sementara itu untuk pendapatan usaha, Pelindo III mencatat sampai Juli 2018 sebesar Rp5,4 triliun atau tumbuh 10 persen dari periode yang sama 2017 sebesar Rp4,9 triliun.


CEO Pelindo III Ari Askhara mengatakan bahwa pertumbuhan besar laba tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja bongkar muat BUMN operator pelabuhan tersebut di semua komoditas.



"Peningkatan kinerja bongkar muat terjadi pada segmen peti kemas, barang nonpeti kemas, gas alam cair (LNG)," katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (10/8).

Peningkatan terjadi akibat naiknya jumlah kunjungan kapal pada pelabuhan yang dikelola Pelindo III di tujuh provinsi. 

Berdasarkan data Pelindo III, peningkatan bongkar muat peti kemas tumbuh enam persen year on year (yoy) dari 2,23 juta boks atau setara 2,75 TEUs per Juli 2017, menjadi 2,35 juta boks atau setara 2,92 juta TEUs per Juli 2018.

Ari mengatakan pelayanan peti kemas menjadi kontributor tertinggi mencapai 60 persen dari total pendapatan perseroan.



Pendapatan dari layanan peti kemas internasional berkontribusi Rp2,2 triliun, sementara layanan domestik sebesar Rp1,04 triliun.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Mohammad Iqbal sebenarnya memaparkan bahwa kunjungan kapal yang tercatat 23.307 unit per Juli 2018.

Kunjungan tersebut hanya tumbuh tipis satu persen (yoy). Walau tumbuh tipis, Iqbal mengatakan secara ukuran, kapal yang berkunjung di pelabuhan kelolaan Pelindo III semakin besar. 

Secara bobot total kapal yang sandar meningkat hingga 14 persen yoy dari 86,6 juta gross ton per Juli 2017 menjadi 98,3 juta gross ton pada periode sama 2017.